HOME  ⁄  Nasional

Basarnas Belum Temukan Lima Jurnalis di Pulau Sertung, Pencarian Terkendala Zona Rawan Anak Krakatau

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Basarnas Belum Temukan Lima Jurnalis di Pulau Sertung, Pencarian Terkendala Zona Rawan Anak Krakatau
Foto: (Sumber :Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad (kiri) dalam konferensi pers di Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/9/2026) untuk update pencarian lima jurnalis, dua awak kapal, dan satu pemandu yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.)

Pantau - Basarnas menyatakan belum menemukan tanda keberadaan lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau setelah pemantauan visual dilakukan menggunakan teropong di kawasan Pulau Sertung.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan tim SAR gabungan bersama nelayan setempat telah melakukan pencarian di sejumlah pulau sekitar Gunung Anak Krakatau.

Pencarian secara langsung di Pulau Sertung belum dapat dilakukan karena Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan wilayah tersebut masih rawan lantaran berada dalam radius tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Tim SAR Berupaya Masuk Pulau Sertung

Basarnas masih mengkaji kemungkinan melakukan pencarian langsung di Pulau Sertung dengan mempertimbangkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta PVMBG.

"Untuk Pulau Sertung, itu memasuki radius 3 km ya, sebagaimana kita ketahui bersama data dari PVMBG menyatakan bahwa itu masih daerah rawan, tetapi kami akan tetap berupaya bagaimana kita bisa masuk ke situ dari data BMKG, data BNPB, perkiraan tindakan apa yang harus kita lakukan supaya kita bisa masuk ke situ untuk memastikan," papar Amrad.

Basarnas juga memperluas pencarian menggunakan drone di Pulau Sangiang melalui Kapal Negara Search and Rescue (KN SAR) Tetuka.

Upaya tersebut belum memberikan hasil maksimal karena kabut asap tebal menghalangi pemantauan dari udara.

"Untuk hari ini, informasi dari rekan-rekan di lapangan yang di sekitar yang menggunakan drone, yaitu KN SAR Tetuka, mencoba hal tersebut dan hasilnya tidak bisa karena kabut asap sangat tebal," ucap Amrad.

Kondisi Gunung Anak Krakatau Terus Dipantau

Basarnas tetap mengacu pada informasi BMKG dan PVMBG mengenai perkembangan cuaca serta kondisi Gunung Anak Krakatau untuk menjaga keselamatan personel selama operasi pencarian.

"Jadi, rekan-rekan yang dari BMKG termasuk dari PVMBG itu selalu memberikan informasi, mereka melaporkan per jam perkembangannya, apabila ada urgensi, itu akan menyampaikan ke kami," tutur Amrad.

Lima pewarta foto yang hilang kontak terdiri atas Muhammad Bagus Khoirunas dari ANTARA, Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni yang merupakan fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu.

Kelima jurnalis tersebut hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) ketika melakukan perjalanan menuju kawasan perairan Selat Sunda untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Operasi pencarian terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan potensi bahaya aktivitas vulkanik di sekitar lokasi.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026