HOME  ⁄  Nasional

Pemprov Banten Menyiapkan Penginapan dan Dapur Umum untuk Jurnalis di Posko Pencarian Selat Sunda

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemprov Banten Menyiapkan Penginapan dan Dapur Umum untuk Jurnalis di Posko Pencarian Selat Sunda
Foto: (Sumber :Gubernur Banten Andra Soni (tengah) dan Kepala Kantor Basarnas Banten Al Amrad (kanan) memberikan penjelasan kepada anggota keluarga jurnalis yang hilang kontak tentang hasil pencarian hari ketiga di Posko SAR Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Banten, Kamis (10/9/2026).ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom/pri.)

Pantau - Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan fasilitas penginapan dan mendirikan dapur umum bagi jurnalis yang meliput pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal cepat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. 

Fasilitas penginapan berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) dengan jarak kurang dari satu kilometer atau sekitar tiga menit dari Posko SAR.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan dapur umum juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai pihak yang terlibat dalam operasi pencarian.

"Kita juga sudah buat dapur umum yang melayani kebutuhan logistik tim SAR gabungan, relawan, jurnalis, serta keluarga korban," kata Andra dalam keterangannya di Pandeglang, Jumat (11/9/2026).

Basarnas Kendalikan Operasi Pencarian

Andra menegaskan proses teknis pencarian tetap berada di bawah kendali dan kewenangan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Pemprov Banten akan terus berkoordinasi dan memberikan dukungan terhadap berbagai kebutuhan selama operasi pencarian berlangsung.

“Kita percayakan proses teknis pencarian kepada Basarnas. Kita ikhtiarkan bersama, kita koordinasikan semua yang bisa dibantu, dan tentunya terus mendoakan agar seluruh korban segera ditemukan dalam kondisi selamat,” tuturnya.

Andra juga menyampaikan dukungan kepada keluarga korban yang masih menunggu perkembangan operasi pencarian.

“Pemprov Banten akan terus mendukung sesuai dengan kewenangan dan kemampuan yang kami miliki. Kami ingin keluarga, tim SAR, relawan, dan teman-teman jurnalis yang bertugas di lapangan mendapatkan dukungan penuh,” kata Gubernur Andra.

Operasi SAR Dioptimalkan Selama Tujuh Hari

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan operasi SAR terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau akan dioptimalkan selama tujuh hari.

Durasi tersebut mengacu pada pedoman internasional International Aeronautical and Maritime Search and Rescue (IAMSAR).

"Operasi terus kita laksanakan. Kalau mengacu kepada IAMSAR guidelines, bahwa operasi ini akan dilaksanakan berturut-turut selama tujuh hari. Dan nanti pada saat hari ketujuh, kita akan lakukan rapat evaluasi yang melibatkan semuanya," jelasnya.

Area pencarian laut terus diperluas dengan melibatkan kekuatan gabungan lintas instansi.

Tim SAR gabungan mengerahkan sedikitnya 11 kapal utama yang berasal dari TNI Angkatan Laut, Polairud Polri, Basarnas, serta kapal pendukung dari unsur SAR lainnya.

"Kekuatan tersebut didukung oleh lebih dari 300 personel inti yang siaga di posko maupun di lapangan," ucapnya.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026