HOME  ⁄  Nasional

YBM PLN dan PMI Salurkan 50.000 Liter Air Bersih untuk Warga dan Santri Terdampak Kekeringan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

YBM PLN dan PMI Salurkan 50.000 Liter Air Bersih untuk Warga dan Santri Terdampak Kekeringan
Foto: Pembagian air bersih di beberapa lokasi, kolaborasi antara YBM PLN UIP KLB dengan PMI Kalimantan Barat (sumber: PLN)

Pantau - Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan 50.000 liter air bersih kepada warga dan santri yang terdampak kekeringan di Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Penyaluran bantuan yang berlangsung sejak Agustus 2026 tersebut telah menjangkau 2.656 penerima manfaat di 10 titik yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.

Ketua YBM PLN UIP KLB Saparin mengatakan kekeringan di sejumlah wilayah Kubu Raya dan Mempawah menyebabkan pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi tantangan bagi masyarakat dan para santri.

"Kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah membuat akses terhadap air bersih menjadi tantangan bagi masyarakat dan para santri. Untuk hal itu kami merespons dengan memberikan bantuan air bersih," ujar Ketua YBM PLN UIP KLB, Saparin di Pontianak, Jumat.

Bantuan Menjangkau Sembilan Pondok Pesantren

Distribusi 50.000 liter air bersih dilakukan di 10 titik yang terdiri atas sembilan pondok pesantren dan satu lokasi layanan masyarakat di Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah.

Kolaborasi YBM PLN UIP KLB dan PMI Kalimantan Barat tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih akibat kekeringan.

Air bersih yang disalurkan dimanfaatkan untuk menunjang berbagai kebutuhan sehari-hari para santri dan masyarakat selama kondisi kekeringan berlangsung.

Bantuan tersebut berasal dari zakat, infak, dan sedekah para muzaki PLN yang dihimpun dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Air merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting. Ketika masyarakat dan para santri menghadapi keterbatasan akses air bersih, kami berupaya agar amanah para muzaki PLN dapat segera hadir dan memberikan manfaat. Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan kebutuhan mereka selama menghadapi kekeringan," kata Saparin.

Salah satu penerima manfaat bantuan tersebut adalah Pondok Pesantren Mubtadi Ien yang membutuhkan pasokan air bersih dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan para santri selama kekeringan.

"Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Di tengah kondisi kekeringan, kebutuhan air bersih untuk para santri cukup besar. Terima kasih kepada YBM PLN UIP KLB, PMI Kalimantan Barat, dan para muzaki PLN yang peduli dan membantu kami," kata Abdullah, salah satu penerima manfaat dari Pondok Pesantren Mubtadi Ien.

PMI Tekankan Pentingnya Kolaborasi

Anggota PMI Provinsi Kalimantan Barat Heru Sutrisno menilai kolaborasi antarlembaga penting untuk merespons kebutuhan masyarakat sehingga bantuan dapat disalurkan secara cepat dan tepat sasaran.

Heru menegaskan ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan yang sangat mendesak ketika masyarakat menghadapi kekeringan.

"Dalam kondisi kekeringan, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Bersama YBM PLN UIP KLB, kami berupaya memastikan bantuan menjangkau pondok pesantren dan masyarakat yang membutuhkan di Kubu Raya dan Mempawah," kata Heru.

General Manajer PLN UIP Kalimantan Bagian Barat Susilo mengapresiasi gerakan YBM PLN bersama PMI yang merespons langsung kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan.

Menurut Susilo, kolaborasi tersebut menunjukkan kepedulian para muzaki PLN dapat diwujudkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

"Kami mengapresiasi kolaborasi YBM PLN dan PMI dalam membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan air bersih. Gerakan ini menunjukkan bagaimana kepedulian para muzaki PLN dapat diwujudkan menjadi manfaat nyata ketika masyarakat membutuhkannya. Semoga bantuan yang disalurkan dapat meringankan kebutuhan para santri dan masyarakat selama menghadapi kekeringan," tutur Susilo.

Melalui penyaluran 50.000 liter air bersih tersebut, YBM PLN UIP KLB dan PMI Kalimantan Barat berupaya membantu memenuhi kebutuhan dasar 2.656 warga dan santri selama menghadapi dampak kekeringan di Kubu Raya dan Mempawah.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026