
Pantau - Penerapan metode Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) dan pertanian digital pada lahan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mandiri di Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, berhasil meningkatkan produktivitas padi hingga 44,8 persen.
Produktivitas padi melalui metode tersebut mencapai 6,95 ton per hektare setelah Bank Indonesia Kalimantan Timur (BI Kaltim) bersama Politeknik Pertanian Negeri Samarinda mengembangkan teknologi pembenihan berbasis bio-invigorasi yang dipadukan dengan prinsip LEISA.
Panen perdana lahan percontohan tersebut berlangsung di Desa Sidomulyo, Kamis (10/9/2026), dengan melibatkan pemerintah daerah, BI Kaltim, peneliti, dan kelompok petani.
LEISA Padukan Pertanian dan Teknologi
Metode LEISA diterapkan untuk meningkatkan hasil pertanian dengan penggunaan masukan dari luar yang rendah sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Teknologi pembenihan berbasis bio-invigorasi digunakan untuk mendukung kualitas benih, sedangkan pengelolaan tanah, air, dan ruang dilakukan secara efisien.
Penerapan metode tersebut membuat tanaman padi tetap tumbuh di tengah tantangan perubahan kondisi cuaca, termasuk dampak El Niño.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan teknologi pertanian yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Produktivitas Padi Naik 44,8 Persen
Hasil panen menunjukkan produktivitas padi mencapai 6,95 ton per hektare atau meningkat 44,8 persen dibandingkan sebelum metode LEISA diterapkan.
Peningkatan tersebut menjadi hasil dari kolaborasi antara petani, lembaga penelitian, pemerintah, dan Bank Indonesia dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan di Kalimantan Timur.
Kepala Perwakilan BI Kaltim Jajang Hermawan menyampaikan ketahanan pangan membutuhkan proses yang berkelanjutan dan tidak dapat diwujudkan dalam waktu singkat.
Menurut Jajang, kelimpahan pangan membutuhkan kesungguhan, konsistensi, serta kemauan untuk terus belajar dan melakukan inovasi.
Kolaborasi Didorong Perkuat Ketahanan Pangan
Pengembangan pertanian berbasis LEISA menempatkan petani sebagai pelaku utama dalam penerapan teknologi dan praktik pertanian berkelanjutan.
Pemerintah berperan dalam merancang kebijakan, lembaga penelitian menyediakan pengetahuan dan teknologi, sedangkan lembaga keuangan memberikan pendampingan untuk mendukung pengembangan pertanian.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kesuburan tanah dan efisiensi pemanfaatan sumber daya dalam jangka panjang.
Program di Desa Sidomulyo menjadi salah satu penerapan teknologi pertanian yang diarahkan untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan di Kalimantan Timur.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




