
Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai keberhasilan pengembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) nasional harus diukur dari kemampuan teknologi tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar banyaknya publikasi ilmiah yang dihasilkan.
Tenaga Ahli Bidang Kecerdasan Artifisial dan Transformasi Digital BRIN Prof. Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc. menyampaikan pandangan tersebut dalam diskusi "Medcom.id TECHPRESSO Agentic AI, Are We Ready?" di Jakarta Barat, Kamis (10/9/2026).
"Ukuran keberhasilan kita di dalam AI ini, are we ready for AI, itu harus dimulai bukan seberapa banyak paper publikasi yang kita hasilkan, tetapi seberapa jauh pengetahuan itu berubah menjadi kemampuan teknologi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkap Hammam.
BRIN Dorong Indonesia Jadi Penghasil Solusi AI
Hammam menjelaskan AI merupakan teknologi baru yang terus berkembang dengan cepat sehingga tidak ada negara yang benar-benar siap sepenuhnya menghadapi perkembangan tersebut.
BRIN saat ini mendorong pengembangan AI agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan solusi berbasis AI yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Upaya tersebut sekaligus diarahkan agar Indonesia mampu menangkap berbagai peluang dari perkembangan AI serta mengambil peran dalam industri AI global.
Pengembangan AI Harus Diiringi Penguatan Keamanan Siber
Hammam menegaskan pengembangan inovasi AI nasional perlu berjalan beriringan dengan peningkatan keamanan siber untuk mengantisipasi risiko dan kerugian yang dapat muncul seiring semakin luasnya pemanfaatan teknologi tersebut.
"Karena semakin banyak AI yang akan kita gunakan, apalagi agentic AI, akan semakin besar pula kebutuhan terhadap privasi, terhadap keamanan, trusted identity, kriptografi, sampai kepada ketahanan keamanan siber," katanya.
Penguatan aspek privasi, keamanan, identitas tepercaya, kriptografi, dan ketahanan siber dinilai semakin penting sejalan dengan meningkatnya penggunaan AI, termasuk teknologi agentic AI.
Hammam meyakini Indonesia memiliki peluang untuk memanfaatkan perkembangan AI secara optimal sekaligus memperkuat perannya dalam industri kecerdasan artifisial global.
- Penulis :
- Aditya Yohan




