
Pantau - Pengelola RT 11/RW 07 Kelurahan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, membuka kelas bahasa Inggris gratis bagi warga mulai dari anak-anak, remaja, orang tua hingga lansia sebagai inovasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Ketua RT 11/RW 07 Gandaria Utara Imam Basori mengatakan program tersebut menjadi bagian dari pilar pendidikan dalam konsep RT 11 Smart yang sebelumnya mengembangkan sejumlah inovasi di bidang keamanan dan lingkungan.
"Nah, di pilar ketiga, kita fokus pada pendidikan. Nah, di sini ada dua inovasi kita, yakni pojok baca dan juga tentang masalah RT Inggris," kata Imam kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Kelas yang diberi nama RT Inggris tersebut dirancang menggunakan konsep pembelajaran menyenangkan agar masyarakat tidak menganggap bahasa Inggris sebagai pelajaran yang sulit.
"Nah, ini kita mau membuat sesuatu yang bermanfaat, yakni belajar bahasa Inggris, tapi menyenangkan," ujarnya.
Kelas Gratis Digelar Senin hingga Jumat
Program kelas bahasa Inggris tersebut untuk sementara diberikan secara gratis selama tiga bulan bagi anak-anak hingga orang tua tanpa membatasi peserta berdasarkan domisili RT.
Kelas dibuka setiap Senin hingga Jumat dengan pembelajaran bagi anak-anak dimulai pukul 17.00 WIB.
Peserta anak-anak akan dikelompokkan berdasarkan tingkat pendidikan agar materi bahasa Inggris lebih mudah dipahami.
Kelas bagi orang tua dimulai pukul 20.00 WIB dan dapat diikuti peserta mulai dari kalangan remaja hingga lansia.
Pengelola menggandeng pengajar dari Kampung Inggris Pare, Kediri, untuk menerapkan metode belajar yang lebih ringan dan aplikatif bagi masyarakat dengan latar belakang serta kesibukan berbeda.
Pengajar RT Inggris dari Kampung Inggris Pare, Rizki Afrizal, mengatakan metode pembelajaran disesuaikan dengan karakter peserta agar materi dapat diterima dengan lebih santai.
"Jadi itu yang mendorong kami untuk datang ke sini, kami coba bikin metode baru, kami coba mengaplikasikan bahasa Inggris yang lebih ringan, agar warga-warganya pun bisa menyerap pembelajaran lebih santai tanpa harus terbebani. Tapi impact-nya sama. Makanya untuk pembelajaran kami, kami bilangnya learning by doing," katanya.
Peserta Dikelompokkan Berdasarkan Kemampuan
Rizki mengatakan salah satu tantangan dalam mengajar anak-anak adalah menjaga suasana hati mereka selama proses pembelajaran, sedangkan peserta dewasa memiliki kemampuan menyerap materi yang berbeda-beda.
Peserta nantinya dibagi berdasarkan tingkat kemampuan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Anak-anak akan dibagi menjadi dua kelas berdasarkan kemampuan, sedangkan peserta dari kelompok orang tua juga akan dipisahkan menjadi dua kelas.
"Betul, jadi dua minggu ini saya observe, saya kelompokkan nanti minggu depan kita mulai pecah. Dengan harapan pemaksimalan pembelajaran," katanya.
Program tersebut diharapkan membuat pembelajaran bahasa Inggris lebih mudah diakses masyarakat melalui metode yang ringan dan dapat langsung dipraktikkan dalam aktivitas sehari-hari.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




