HOME  ⁄  Nasional

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Ibu Kota Masuk Tiga Kota dengan Udara Terburuk Dunia

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Ibu Kota Masuk Tiga Kota dengan Udara Terburuk Dunia
Foto: Udara berkabut di kawasan Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan pada Sabtu (12/9/2026).

Pantau - Kualitas udara Jakarta pada Minggu (13/9/2026) pagi menempati posisi ketiga terburuk di dunia dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) mencapai 158 atau masuk kategori tidak sehat.

Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.50 WIB, Jakarta berada di bawah Kinshasa, Kongo, dan Kampala, Uganda, dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Konsentrasi polutan PM2,5 di Jakarta tercatat mencapai 65,3 mikrogram per meter kubik.

Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara yang dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif.

Jakarta Berada di Posisi Ketiga

Kinshasa menempati posisi pertama kota dengan kualitas udara terburuk dengan AQI 215, disusul Kampala dengan angka 162.

Jakarta berada di urutan ketiga dengan AQI 158, sementara Kuching di Malaysia menempati posisi keempat dengan angka 157.

Baghdad, Irak, berada di posisi kelima dengan AQI 153.

Kategori kualitas udara baik berada pada rentang 0-50, sedangkan rentang 51-100 dapat memberikan dampak terhadap tumbuhan sensitif dan nilai estetika.

Kualitas udara pada rentang 200-299 masuk kategori sangat tidak sehat karena dapat merugikan kesehatan sejumlah kelompok masyarakat yang terpapar.

Sementara itu, kualitas udara pada rentang 300-500 dikategorikan berbahaya dan dapat menimbulkan dampak kesehatan serius bagi populasi.

Warga Jakarta Disarankan Gunakan Masker

Dengan kondisi kualitas udara tersebut, warga DKI Jakarta direkomendasikan mengenakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

Warga juga disarankan menutup jendela untuk mengurangi masuknya udara luar yang kotor serta menyalakan alat penyaring udara di dalam ruangan.

Kondisi udara berkabut sebelumnya juga terlihat di kawasan Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Sabtu (12/9/2026).

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026