
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang memastikan kobaran api yang sempat melanda kawasan Jemplang di Kabupaten Malang dan kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, telah padam setelah petugas gabungan melakukan penanganan intensif sejak Sabtu (12/9) malam.
"Sudah (padam)," kata Kepala BPBD Kabupaten Malang Purwoto di Malang, Minggu.
Kebakaran di Jemplang terjadi setelah api menjalar dari arah Sabana Pengol akibat embusan angin kencang di kawasan Bromo pada Sabtu sore.
BPBD Kabupaten Malang mulai melakukan penanganan setelah menerima laporan dari tim yang berada di lokasi kejadian pada Sabtu malam.
Sekitar 50 personel gabungan dikerahkan dalam operasi pemadaman dengan kondisi medan yang membuat sebagian lokasi tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam.
Petugas Berjalan Kaki Menuju Lokasi Kebakaran
Puluhan personel harus berjalan kaki untuk mencapai area terdampak sebelum memadamkan api menggunakan gepyok atau alat pemukul api dan jet shooter.
Sejumlah armada tangki air juga dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman di kawasan Jemplang pada malam hari.
"Pada malam hari ada tangki air dari Damkar Kota Malang satu unit, Damkar Kabupaten Malang empat unit, polisi satu unit, Balai Besar TNBTS dua unit, dan BPBD satu unit, semuanya bergerak ke sini (Jemplang)," ujar dia.
BPBD Kabupaten Malang langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dan bergabung dengan unsur lain dalam tim gabungan untuk menangani kebakaran.
Personel kemudian disebar melalui tiga jalur di sekitar Jemplang, yakni menuju Ranupani, Watu Gede, dan Jarak Ijo.
"Begitu sudah berkumpul kami langsung mengatur untuk operasi pemadaman saat malam hari, dari pengaturan yang dilakukan itu membuat daerah yang berada di tepi jalan bisa dijangkau," ujar dia.
Pengaturan tersebut dilakukan untuk memaksimalkan jangkauan personel dan peralatan terhadap titik-titik api yang berada di sekitar akses jalan.
Permukiman Warga Dinilai Tidak Terancam
Purwoto menyatakan jarak antara Jemplang dan kawasan permukiman warga di Ngadas relatif jauh sehingga potensi api menjalar hingga perkampungan dinilai rendah.
Lokasi terdekat yang membutuhkan perlindungan adalah Bromo Hillside dan sejumlah warung di sekitar kawasan tersebut.
"Yang terdekat hanya (Bromo) Hillside dan beberapa warung yang butuh disekat tapi sudah dibuat sekat bakar di sekitar area. Lalu, untuk ke pemukiman jauh apalagi di sana ada tegalan kentang, api tidak mungkin merambat lewat tanah," katanya.
Petugas telah membuat sekat bakar di sekitar area tersebut sebagai langkah untuk mencegah penjalaran api.
Keberadaan lahan pertanian kentang di antara kawasan kebakaran dan permukiman juga disebut menjadi salah satu faktor yang membatasi potensi penjalaran api melalui permukaan tanah.
Penanganan Intensif Berhasil Padamkan Kobaran Api
Operasi pemadaman berlangsung sejak Sabtu malam dengan melibatkan BPBD Kabupaten Malang, petugas pemadam kebakaran, kepolisian, serta Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Penanganan dilakukan secara langsung di lapangan dengan memanfaatkan armada tangki air untuk lokasi yang dapat dijangkau kendaraan serta peralatan manual untuk area yang harus dicapai dengan berjalan kaki.
Setelah rangkaian penanganan tersebut, BPBD Kabupaten Malang pada Minggu memastikan kobaran api di Jemplang telah berhasil dipadamkan.
- Penulis :
- Gerry Eka




