HOME  ⁄  Nasional

BMKG Prakirakan Mayoritas Wilayah Indonesia Berawan, Medan hingga Padang Berpotensi Diguyur Hujan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BMKG Prakirakan Mayoritas Wilayah Indonesia Berawan, Medan hingga Padang Berpotensi Diguyur Hujan
Foto: (Sumber :Ilustrasi: Awan tebal yang menyelimuti pemukiman dan gedung bertingkat di Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc/pri.)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami cuaca berawan, berawan tebal, hingga cerah berawan pada Senin (14/9/2026), sementara sejumlah daerah di Sumatera berpotensi diguyur hujan.

Prakirawan BMKG Lintang mengatakan kondisi berawan hingga berawan tebal dan cerah berawan secara umum berpotensi terjadi di Pulau Jawa, Samarinda di Kalimantan Timur, serta wilayah Indonesia bagian timur.

"Untuk bagian barat Indonesia, waspada terdapat potensi hujan ringan di Medan (Sumatera Utara), Padang (Sumatera Barat), dan Tanjung Pinang (Kepulauan Riau)," katanya.

BMKG Ingatkan Potensi Hujan hingga Udara Kabur

BMKG juga mengingatkan masyarakat mengenai potensi asap atau kabut yang dapat terjadi di Manokwari, Papua Barat.

Udara kabur diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera serta Pontianak di Kalimantan Barat dan Banjarmasin di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, potensi asap atau kabut juga terdapat di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, serta Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

Masyarakat turut diminta mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Aceh, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau.

Lintang menjelaskan bibit Siklon Tropis 98W terpantau berada di daratan Kamboja dengan peluang rendah berkembang menjadi siklon tropis.

Bibit siklon tersebut diperkirakan tidak memberikan dampak signifikan terhadap wilayah Indonesia.

Sirkulasi siklonik juga terbentuk di Samudra Pasifik sebelah timur Filipina dan meningkatkan potensi hujan di wilayah sekitarnya, tetapi tidak memberikan dampak signifikan terhadap kondisi cuaca Indonesia.

Kecepatan Angin Berpotensi Tingkatkan Gelombang Laut

BMKG mencatat peningkatan kecepatan angin permukaan terjadi di sejumlah perairan Indonesia.

Kondisi tersebut terpantau di perairan selatan Indonesia, Laut Jawa, Laut Flores, Laut Banda, Laut Timor, Laut Sawu, Laut Arafuru, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Halmahera, hingga perairan utara Papua.

"Kondisi ini berpotensi meningkatkan ketinggian gelombang laut di wilayah sekitarnya," kata Lintang.

Masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah terdampak dan perairan, perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca resmi dari BMKG.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026