HOME  ⁄  Nasional

Leni Menghidupkan Kembali Danau Sipin dan Mengembangkan Usaha Bersama Holding Ultra Mikro

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Leni Menghidupkan Kembali Danau Sipin dan Mengembangkan Usaha Bersama Holding Ultra Mikro
Foto: (Sumber :Bagi Leni, penghargaan sesungguhnya bukan piala di atas rak, melainkan danau yang kembali hidup dan anak-anak yang memiliki masa depan lebih cerah.)

Pantau - Leni, mantan atlet nasional dayung asal Jambi, mengembangkan Bank Sampah Dayung Habibah untuk mengolah sampah di Danau Sipin sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat dengan dukungan pembiayaan dan pemberdayaan dari ekosistem Holding Ultra Mikro.

Sebelum menjadi penggerak lingkungan, Leni mengawali perjalanan sebagai atlet dari Danau Sipin setelah menjuarai ajang pencarian bakat atlet muda Jambi.

Prestasi tersebut membawanya mengikuti pemusatan latihan di Jakarta hingga berkompetisi dalam kejuaraan Asia, dunia, dan SEA Games.

Perjalanan hidup Leni berubah pada 2010 setelah anaknya lahir dengan kondisi kulit langka yang membuat kulitnya mudah terluka ketika terkena sinar matahari.

Demi membiayai pengobatan anaknya, Leni sempat melepas medali yang telah diperjuangkannya selama bertahun-tahun.

Leni kemudian mendapat tawaran dari Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk menjadi pelatih dayung di Jambi sehingga membawanya kembali ke Danau Sipin yang saat itu dipenuhi sampah.

Bank Sampah Dayung Habibah Tumbuhkan Ekonomi Warga

Leni kemudian mendirikan Dayung Habibah yang menggabungkan kecintaannya terhadap olahraga dayung dengan nama anaknya, Habibah.

Upaya mengumpulkan sampah tersebut berkembang menjadi bank sampah meski pada awalnya sempat mendapatkan penolakan dari sebagian warga.

Titik balik terjadi pada 2018 ketika Leni bergabung dengan program pembiayaan dan pemberdayaan Mekaar dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Pembiayaan awal sebesar Rp2,5 juta secara bertahap berkembang hingga Rp10 juta seiring pertumbuhan usaha pengolahan sampah yang kini mempekerjakan empat karyawan tetap.

Sebanyak 15 perempuan juga bergabung dalam kelompok yang kemudian turut menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar Danau Sipin.

Leni selanjutnya memperoleh tambahan pendapatan dengan menjadi agen BRILink Mekaar serta memanfaatkan Tabungan Emas Pegadaian sebagai bagian dari persiapan keuangan keluarganya.

"Sekarang alhamdulillah sayang dapat tambahan pemasukan jadi agen BRILink Mekaar, tetangga yang mau bayar listrik dan biaya sekolah anak tidak perlu jauh-jauh ke kota," ceritanya.

Kiprah Leni dalam pengelolaan lingkungan kemudian memperoleh pengakuan melalui penghargaan Kalpataru.

"Saya menangis, kenapa Allah punya cerita untuk saya begitu. Jadi saya bisa membantu teman-teman," tutur Leni.

Holding Ultra Mikro Perkuat Pemberdayaan Masyarakat

Perjalanan Leni menjadi bagian dari ekosistem Holding Ultra Mikro yang dibentuk melalui sinergi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Group CEO BRI Hery Gunardi mengatakan lima tahun pertama Holding Ultra Mikro menjadi fondasi untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya dengan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Pada akhirnya, tujuan Holding Ultra Mikro bukan sekadar menjadi ekosistem keuangan dengan skala yang besar. Kami ingin menjadi ekosistem yang mampu membuka jalan bagi masyarakat untuk bergerak dari akses keuangan menuju pemberdayaan, dan dari pemberdayaan menuju kesejahteraan. Inilah kontribusi BRI Group untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan pertumbuhan yang semakin inklusif,” ujar Hery.

Holding Ultra Mikro melalui pembiayaan, pendampingan, dan pendidikan keuangan telah menjangkau jutaan perempuan prasejahtera di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani Kindaris mengatakan perjalanan Holding Ultra Mikro menunjukkan pemberdayaan tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal yang diberikan kepada masyarakat.

"Lima tahun perjalanan Holding Ultra Mikro adalah lima tahun kita belajar bahwa pemberdayaan sejati tidak diukur dari besarnya modal, melainkan dari seberapa jauh ia menuntun seseorang kembali berdiri. Kisah Ibu Leni mengingatkan kita, di balik setiap danau yang kembali jernih, ada perempuan yang memilih untuk terus berjuang, dan PNM bersama BRI dan Pegadaian akan selalu berusaha untuk hadir menemani perjuangan itu," ujar Kindaris.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026