
Pantau - TNI Angkatan Laut mengerahkan kapal rumah sakit KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 untuk menjalankan operasi militer selain perang (OMSP) berupa misi kemanusiaan dan diplomasi ke empat negara di kawasan Pasifik, Senin (14/9/2026).
Kapal tersebut diberangkatkan dari Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, menuju Vanuatu, Fiji, Kepulauan Solomon, dan Papua Nugini.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago bersama jajaran pejabat TNI melepas keberangkatan kapal tersebut.
Berlayar 60 Hari Berikan Layanan Kesehatan Gratis
Djamari mengatakan personel dalam misi tersebut terdiri atas unsur TNI AL, TNI AD, TNI AU, Polri, serta mahasiswa yang akan menjalani pelayaran selama 60 hari.
Selama pelayaran, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 akan mengunjungi empat negara untuk memberikan layanan kesehatan gratis di atas kapal.
Selain menjalankan misi kemanusiaan, para personel bertugas mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara sahabat yang dikunjungi.
"KRI adalah kapal perang, dan di mana pun kapal ini bersandar, ia membawa kekuatan dan menjadi forum diplomasi," tegas Djamari.
Djamari Minta Personel Jaga Kesehatan dan Keselamatan
Djamari menyampaikan sejumlah pesan kepada seluruh personel untuk mendukung kelancaran misi kemanusiaan dan diplomasi tersebut.
"Pertama, jaga kesehatan kalian. Jangan sampai kita bermaksud memperhatikan masalah kesehatan dan kemanusiaan di negara tujuan, tetapi fisik kalian justru tidak siap," kata Djamari.
Ia juga meminta seluruh personel menaati peraturan dan prosedur keamanan selama berada di atas kapal serta menjaga kesehatan dan keselamatan selama menjalankan tugas.
"Terakhir tunjukkan identitas keindonesiaan kalian. Tunjukkan kepedulian kita dan keinginan untuk menjalin hubungan erat dengan negara-negara di Pasifik Selatan," terang Djamari.
Djamari meyakini seluruh personel dapat menyelesaikan misi tersebut dan kembali ke Indonesia dengan selamat apabila menjalankan pesan yang telah disampaikan.
Pelepasan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 turut dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Kepala Staf TNI AL Laksamana Madya TNI Edwin, serta Panglima Komando Armada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata.
- Penulis :
- Aditya Yohan




