HOME  ⁄  Nasional

BGN Tak Gunakan Susu Kental Manis dalam Menu MBG, Literasi Gizi Anak Jadi Perhatian

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BGN Tak Gunakan Susu Kental Manis dalam Menu MBG, Literasi Gizi Anak Jadi Perhatian
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Petugas menyiapkan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (ANTARA FOTO/Akramul Muslim).)

Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan tidak menggunakan susu kental manis maupun sejumlah produk minuman berbasis susu dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari pemenuhan standar gizi sekaligus penguatan literasi pangan sehat.

Kebijakan tersebut menegaskan bahwa program MBG tidak hanya ditujukan untuk menyediakan makanan bagi anak, tetapi juga mendorong pemahaman mengenai kebutuhan zat gizi untuk pertumbuhan, proses belajar, daya tahan tubuh, dan pembentukan kebiasaan makan.

Keputusan itu diambil dalam rapat koordinasi BGN bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta asosiasi industri dan koperasi susu.

BGN Tetapkan Produk yang Tidak Digunakan dalam MBG

BGN menegaskan produk minuman susu, minuman mengandung susu, minuman rasa susu, maupun susu kental manis tidak digunakan dalam menu MBG.

Keputusan tersebut berkaitan dengan pemenuhan standar gizi program dan bukan merupakan penilaian bahwa produk pangan tertentu tidak boleh dikonsumsi sama sekali.

Setiap produk pangan memiliki karakteristik, kandungan, fungsi, serta cara konsumsi berbeda sehingga masyarakat perlu memahami peruntukannya.

Secara teknis, kental manis dibuat dengan menghilangkan sebagian air dari campuran susu dan menambahkan gula hingga mencapai kadar tertentu.

Berdasarkan ketentuan BPOM, produk kental manis digunakan sebagai topping, pelengkap, atau bahan baku dalam pengolahan makanan dan minuman.

Produk tersebut bukan ditujukan sebagai minuman untuk memenuhi kebutuhan gizi tunggal bagi anak.

Literasi Gizi Dinilai Penting bagi Keluarga

Penguatan literasi gizi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MBG karena masyarakat menghadapi pilihan produk pangan yang semakin beragam.

Penggunaan kata "susu" yang selama bertahun-tahun identik dengan makanan bergizi dapat memunculkan persepsi bahwa setiap produk yang menggunakan istilah tersebut mempunyai fungsi dan kandungan gizi yang sama.

Karena itu, kemampuan membaca label, memahami komposisi, memperhatikan kandungan gula, serta mengenali fungsi setiap produk pangan menjadi keterampilan yang dibutuhkan keluarga.

Pemahaman tersebut juga diperlukan agar masyarakat mampu membedakan makanan yang memberikan energi dengan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan zat gizi secara lebih seimbang.

Melalui kebijakan menu MBG, edukasi mengenai pangan sehat dapat berjalan bersamaan dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak di sekolah dan kelompok penerima manfaat lainnya.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026