
Pantau - Basarnas mengungkap KM Virgo Transport 8 dihantam ombak dengan ketinggian lebih dari tiga meter saat mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, berdasarkan keterangan sejumlah penumpang yang berhasil selamat.
Informasi mengenai kondisi gelombang tersebut dihimpun selama operasi pencarian dan pertolongan (SAR), tetapi Basarnas belum menyimpulkan cuaca buruk dan ombak tinggi sebagai penyebab kecelakaan.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan informasi awal mengenai kondisi saat kecelakaan diperoleh setelah tim SAR menerima kapal pertama yang membawa 69 korban pada malam sebelumnya.
"Disampaikan bahwa diawali dari adanya cuaca buruk. Itu dikonfirmasi atau dibenarkan oleh beberapa penumpang bahwa ombak itu bisa masuk sampai ke dalam kapal Virgo Transport 8 ini," ungkap Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Senin (14/9).
Korban Sebut Ombak Masuk ke Dalam Kapal
Keterangan para korban selamat menjadi salah satu informasi yang digunakan Basarnas untuk mendapatkan gambaran kondisi di lokasi kecelakaan.
Menurut Syafii, masuknya ombak hingga ke bagian dalam kapal mengindikasikan gelombang saat kejadian memiliki ketinggian lebih dari tiga meter.
"Kita sama-sama tahu kalau ombak itu bisa masuk, berarti pada saat itu memang lebih dari tiga meter. Itu dari informasi yang didapat," ungkapnya.
Selain menghimpun keterangan korban selamat, Basarnas mengacu pada informasi cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui kondisi perairan di sekitar lokasi kecelakaan.
Syafii mengatakan posisi kecelakaan telah diketahui berdasarkan koordinat yang diperoleh tim dan berjarak sekitar 80 mil laut dari lokasi konferensi pers.
Meski mendapatkan informasi mengenai cuaca buruk dan gelombang tinggi, Basarnas belum menetapkan kondisi tersebut sebagai penyebab kecelakaan KM Virgo Transport 8.
Penentuan penyebab kecelakaan memerlukan investigasi teknis berdasarkan data dan fakta dari berbagai sumber.
KNKT Kumpulkan Data untuk Investigasi
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah bergabung dalam penanganan pascakecelakaan untuk mengumpulkan informasi dan data sebagai bahan investigasi.
"Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga sudah bergabung dengan kita untuk mengumpulkan informasi data-data, hasilnya nanti bisa menjadi bahan investigasi," ungkap Syafii.
Dengan proses pengumpulan data tersebut, penyebab pasti kecelakaan KM Virgo Transport 8 masih menunggu hasil investigasi sesuai prosedur keselamatan transportasi.
115 Korban Ditemukan, 128 Masih Dicari
Hingga Senin (14/9) pukul 15.30 Wita, Basarnas mengonfirmasi 115 dari total 243 orang di KM Virgo Transport 8 telah ditemukan.
Sebanyak 109 korban ditemukan dalam keadaan selamat dan enam orang meninggal dunia, sementara 128 orang lainnya masih dalam pencarian.
Dari 115 korban yang ditemukan, sebanyak 86 orang telah tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, terdiri atas 85 korban selamat dan satu korban meninggal dunia.
Satu korban lainnya telah tiba di Lanud Syamsudin Noor, sedangkan 28 korban masih dalam proses evakuasi dari lokasi kecelakaan menuju Pelabuhan Trisakti.
KM Virgo Transport 8 mulai berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9) sebelum dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita.
Operasi SAR masih difokuskan pada pencarian 128 orang yang belum ditemukan, sementara penyebab kecelakaan menunggu hasil investigasi berdasarkan data dan fakta yang dikumpulkan.
- Penulis :
- Leon Weldrick




