
Pantau - Kepolisian mencocokkan data DNA keluarga lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di Selat Sunda dengan jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, untuk memastikan identitas korban.
Kabid Humas Polda Banten Komisaris Besar Polisi Maruli Hutapea mengatakan proses pencocokan DNA sedang dilakukan Tim DVI Biddokkes Polda Bengkulu.
"Kami sudah berikan data Antemortem ke Polda Bengkulu dan saat ini masih menunggu hasilnya," kata Maruli di Serang, Banten, Selasa (15/9/2026).
Polda Banten langsung berkoordinasi dengan Polda Bengkulu setelah menerima informasi mengenai penemuan jenazah di Pulau Enggano.
"Langsung respon cepat berkoordinasi dengan Polda Bengkulu, setelah mendapatkan info terkait temuan mayat," cetusnya.
DNA Dicocokkan untuk Pastikan Identitas Jenazah
Pencocokan DNA dilakukan untuk memastikan apakah jenazah pria yang ditemukan di Enggano merupakan salah satu dari delapan orang dalam rombongan kapal cepat Arupadathu 1.
Rombongan tersebut terdiri atas lima jurnalis, dua kru kapal, dan satu pemandu yang masih dalam pencarian setelah dilaporkan hilang kontak saat meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau melalui Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026).
Hingga Selasa, polisi belum mengungkap secara rinci sampel keluarga penumpang yang telah diserahkan maupun waktu pengambilannya.
Jenazah Ditemukan di Pesisir Pulau Enggano
Jenazah tanpa identitas tersebut ditemukan di pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Sabtu (12/9/2026) oleh Kantor SAR Bengkulu bersama warga setempat.
Jenazah kemudian dievakuasi dari Pulau Enggano menuju Kota Bengkulu menggunakan pesawat Susi Air pada Senin (14/9/2026) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Masih menunggu hasilnya. (semoga ada titik terang) Amien," kata Maruli.
- Penulis :
- Aditya Yohan




