
Pantau - Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin mengajak pimpinan dan pengelola rumah ibadah menjadikan tempat ibadah sebagai simpul pemersatu masyarakat di tengah keberagaman suku, budaya, ras, dan agama.
“Untuk itu, peran pimpinan agama dalam memberikan narasi persaudaraan, bukan narasi yang memecah belah atau memicu polarisasi,” kata Arifin saat membuka kegiatan Peningkatan Kerukunan Umat Beragama Kota Jakarta Pusat di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026).
Arifin mengatakan Jakarta Pusat merupakan wilayah heterogen yang menjadi tempat bertemunya berbagai kelompok masyarakat sehingga keberagaman perlu dirawat untuk menjaga stabilitas sosial.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat berkomitmen memfasilitasi serta memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemuka Agama Didorong Perkuat Komunikasi
Arifin berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat komunikasi dan silaturahmi antarpemuka agama di Jakarta Pusat.
Kegiatan yang digelar Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Pusat itu diikuti pimpinan dan perwakilan berbagai rumah ibadah, termasuk masjid, gereja, pura, vihara, dan klenteng.
“Mari kita jadikan Jakarta Pusat sebagai barometer wilayah yang aman, toleran, dan kondusif, di mana perbedaan tidak dipandang sebagai pemisah, melainkan sebagai simfoni yang memperindah kehidupan berbangsa,” ujar Arifin.
Kesbangpol Dorong Kehidupan Beragama Tetap Harmonis
Kepala Suku Badan Kesbangpol Jakarta Pusat Sony Triwibawa mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kebersamaan dan wawasan mengenai kerukunan umat beragama.
Upaya tersebut diharapkan menjaga kehidupan masyarakat dengan keyakinan berbeda agar tetap harmonis.
“Penguatan kerukunan tersebut diharapkan dapat memperkuat kehidupan keberagamaan yang harmonis dengan berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” pungkas Sony.
- Penulis :
- Aditya Yohan




