HOME  ⁄  Nasional

Program Makan Bergizi PKK Makassar Dorong Kenaikan Berat Badan Anak Stunting dalam 20 Hari

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Program Makan Bergizi PKK Makassar Dorong Kenaikan Berat Badan Anak Stunting dalam 20 Hari
Foto: (Sumber :PKK Makassar saat mengevaluasi sekaligus meninjau pelaksanaan program pembagian makanan bergizi bagi ibu hamil, batita, dan balita di Kelurahan Maccini Sombala, Makassar, Selasa (15/09/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkot Makassar.)

Pantau - Kota Makassar mencatat kenaikan berat badan pada anak penerima manfaat yang dikategorikan stunting setelah mengikuti program pemberian makanan bergizi selama 20 hari yang dilaksanakan Tim Penggerak PKK Kota Makassar.

Ketua Pokja IV TP PKK Kota Makassar Indira Purnamasari mengapresiasi hasil evaluasi hari ke-20 yang menunjukkan adanya peningkatan berat badan pada anak penerima manfaat.

“Selama 20 hari ini, berat badan batita dan balita naik. Ini menunjukkan adanya manfaat dari program ini. Kami akan terus memantau program ini setiap 20 hari ke depan, evaluasi akan terus dilakukan untuk melihat perkembangan penerima manfaat pada tahap berikutnya,” kata Indira saat meninjau pelaksanaan program pembagian makanan bergizi di Makassar, Selasa, 15 September 2026.

Indira mengatakan makanan bergizi diberikan secara gratis setiap hari selama 20 hari dan disalurkan langsung oleh kader TP PKK Kecamatan Tamalate dan Kelurahan Maccini Sombala kepada penerima manfaat.

Kelurahan Maccini Sombala dipilih menjadi fokus program karena masih menghadapi persoalan stunting.

Kader Dampingi dan Edukasi Keluarga

Indira mengingatkan orang tua, khususnya yang memiliki anak berusia di atas satu tahun, agar memperhatikan asupan makanan sebagai sumber utama kebutuhan gizi anak.

“Pada usia enam bulan ke atas, sekitar 80 persen kebutuhan gizi anak berasal dari makanan dan minuman. Karena itu, anak perlu diberikan makanan yang cukup dan beragam,” ujarnya.

Program yang telah memasuki hari ke-20 tersebut menjadi bagian dari intervensi gizi berbasis keluarga yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Indira menegaskan kader yang mengantarkan makanan tidak hanya bertugas melakukan pembagian, tetapi juga memberikan pendampingan dan edukasi gizi kepada keluarga.

“Kader gizi ini bisa menjadi tempat berkonsultasi ketika ibu mengalami kendala dalam pemberian makanan atau melihat perubahan berat badan dan pola makan anak,” katanya.

Pemenuhan Gizi Dimulai Sejak Kehamilan

Ketua Bidang Pokja IV TP PKK Kota Makassar Prof Nurlina Subair mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya gizi sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan.

Menurut Nurlina, pemenuhan gizi harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk membentuk generasi sehat dan berkualitas.

“Kalau kita menjaga anak sejak masa kehamilan, 1.000 hari kehidupan hingga balita, insya Allah anak kita tumbuh menjadi anak yang tangguh dan mendapatkan kesempatan emas di masa depan,” tambahnya.

Camat Tamalate Muhammad Aril Syahbani berharap kolaborasi yang telah terbangun terus diperkuat sehingga intervensi gizi dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan anak serta berdampak terhadap penurunan angka stunting di Kecamatan Tamalate.

TP PKK Kota Makassar bersama pemerintah kecamatan, kelurahan, Dinas Kesehatan, dan kader berkomitmen memperkuat intervensi gizi berbasis keluarga serta melakukan evaluasi berkala terhadap program tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026