HOME  ⁄  Nasional

Felly Estelita Minta Air Bersih Jadi Kunci Atasi Stunting

Oleh Khalied Malvino
SHARE   :

Felly Estelita Minta Air Bersih Jadi Kunci Atasi Stunting
Foto: Ketua Komisi IX DPR Felly Estelita Runtuwene. (Dok. DPR RI)

Pantau - Data Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) mencatat 1,74 juta keluarga berisiko stunting belum memiliki akses air minum layak di tanah air. 

Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene menegaskan fakta tersebut dalam Rapat Kerja bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Strategi percepatan penurunan stunting dituntut tidak sekadar berorientasi pada capaian indikator di atas kertas semata. Akses air bersih serta sanitasi layak menjadi kebutuhan dasar mendesak penentu kualitas kesehatan masyarakat di berbagai daerah.

Kondisi sumur warga yang tercemar limbah rumah tangga masih marak ditemukan saat agenda kunjungan kerja reses. Jarak tempat pembuangan limbah yang terlalu dekat dengan sumber air memicu munculnya jentik serta kuman penyakit.

"Jangan kita cuma lip service, programnya mungkin bagus, tapi seberapa target yang bisa dicapai, makanya tadi saya juga tanya masalah data, ini data dari mana," kata politisi NasDem tersebut.

Keakuratan pendataan daring Tim Pendamping Keluarga di lapangan menjadi perhatian penting demi menjamin ketepatan sasaran intervensi. Pembenahan administrasi kependudukan seperti KTP serta pencatatan pernikahan warga miskin mendesak diselesaikan demi kepastian hukum anak.

Pemerintah pusat diharapkan membantu pemerintah desa menyusun alokasi anggaran pembangunan berbasis kebutuhan mendasar warga. Penanganan kasus kehamilan tidak diinginkan sebesar 14 persen membutuhkan integrasi layanan kesehatan primer secara menyeluruh.

"Pimpinan di atas harus bantu nge-list kebutuhan terpenting desa, jangan dibiarkan mereka atur sendiri, akhirnya hal penting seperti air bersih justru tidak dapat anggaran," ujar legislator daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Utara (Sulut) itu.

Integrasi program pemenuhan fasilitas sanitasi dan ketepatan data menjadi kunci utama penanganan stunting jangka panjang. Keberhasilan program kesehatan nasional harus tercermin langsung dari peningkatan taraf hidup masyarakat perdesaan.

Penulis :
Khalied Malvino
FLOII 2026