HOME  ⁄  Nasional

Ribuan Dai Ikuti Workshop Transformasi, Perubahan Digital Dinilai Mengubah Pola Dakwah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ribuan Dai Ikuti Workshop Transformasi, Perubahan Digital Dinilai Mengubah Pola Dakwah
Foto: (Sumber :Para narasumber Diklat Dai Gen Z 2026 bertema Mencetak Da'i Muda Inspiratif, Moderat, dan Adaptif di Era Digital yang digelar di kampus Universitas Islam Malang (Unisma), Sabtu (25/7/2026) (ANTARA/HO/LDNU Jatim).)

Pantau - Imam Jazuli Foundation menggelar Workshop Nasional Dai Transformatif di Tengah Perubahan Disruptif sebagai upaya mendorong para dai beradaptasi dengan perubahan pola masyarakat dalam memperoleh pengetahuan dan mengakses pesan keagamaan.

Program tersebut dimulai di Jawa Barat dan mencatat 1.500 pendaftar hanya dalam tiga hari sebelum diseleksi menjadi 700 peserta untuk mengikuti workshop perdana.

Imam Jazuli Foundation selanjutnya menargetkan 5.000 dai dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti program tersebut dengan terlebih dahulu melewati seleksi berdasarkan portofolio dan kompetensi.

Program itu digagas setelah KH Imam Jazuli berinteraksi dengan sekitar 5.000 pengasuh pesantren melalui kegiatan workshop pesantren transformatif serta sekitar 2.000 pengasuh pesantren rintisan.

Pola Masyarakat Mengakses Dakwah Berubah

KH Imam Jazuli menilai perubahan di dunia dakwah tidak hanya terjadi pada media yang digunakan, tetapi juga menyangkut karakter masyarakat, harapan, cara mencari pengetahuan, hingga menentukan figur yang layak didengarkan.

Menurut dia, banyak dai senior memiliki kedalaman ilmu, pengalaman, dan otoritas keagamaan, tetapi sebagian mulai kehilangan audiens karena metode penyampaian pesan tidak selalu sesuai dengan pola masyarakat saat ini.

Pada saat bersamaan, muncul dai baru yang dinilai lebih lincah memasuki ruang digital, memahami bahasa generasi muda, serta mampu mengemas pesan dan membangun perhatian publik.

Namun, kemampuan menarik perhatian melalui ruang digital dinilai tidak selalu beriringan dengan kompetensi keilmuan yang memadai.

Untuk memperkaya pembahasan dalam workshop, sejumlah tokoh turut memberikan perspektif, antara lain KH Anwar Iskandar dari MUI Pusat, pakar branding Gus Ipang, Ustaz Yusuf Mansur, dan Ari Untung.

Teknologi Buka Ruang Dakwah Lebih Luas

KH Imam Jazuli menilai dakwah perlu disampaikan secara kontekstual dan aktual mengikuti kondisi masyarakat serta perkembangan zaman.

Ia mencontohkan metode dakwah Wali Sanga yang memanfaatkan medium yang dekat dengan masyarakat pada zamannya sebagai sarana menyampaikan pesan.

Perkembangan teknologi saat ini dinilai membuka kesempatan bagi dai untuk menyampaikan konten kepada masyarakat secara global dengan biaya relatif rendah dan tanpa terikat waktu.

Media digital juga memungkinkan dai berkomunikasi dengan masyarakat atau mad’u serta mengakses sumber materi secara lebih cepat.

Transformasi tersebut menjadi salah satu fokus workshop agar pemanfaatan teknologi dan kemampuan komunikasi dapat berjalan bersama dengan kompetensi keilmuan para dai.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026