HOME  ⁄  Nasional

Dubes RI di Moskow Mengingatkan WNI agar Waspada Jebakan Kontrak Tentara Bayaran di Rusia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dubes RI di Moskow Mengingatkan WNI agar Waspada Jebakan Kontrak Tentara Bayaran di Rusia
Foto: (Sumber :Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus Jose Tavares (kanan) menyampaikan pernyataan saat wawancara khusus dengan Dirut LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar di Kantor Kedubes RI di Moskow, Rusia, Jumat (18/9/2026). ANTARA FOTO/Andika Wahyu/w.)

Pantau - Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Jose Antonio Morato Tavares mengimbau masyarakat Indonesia mewaspadai jebakan kontrak tentara bayaran di Rusia menyusul indikasi puluhan WNI mendaftar melalui jalur tidak resmi dengan iming-iming gaji besar.

KBRI Moskow menerima laporan dari keluarga WNI yang menduga kerabat mereka menjadi tentara bayaran setelah berangkat ke Rusia.

"KBRI Moskow menerima banyak puluhan telepon dari keluarga warga Indonesia yang melaporkan kerabatnya diduga menjadi tentara bayaran."

"Kadangkala orang Indonesia sendiri yang sudah berada di Rusia," kata Tavares dalam wawancara dengan wartawan di Moskow, Jumat (18/9/2026).

KBRI Telusuri Indikasi Perekrutan WNI

KBRI Moskow berupaya memverifikasi setiap laporan dengan memeriksa dan menginventarisasi informasi yang disampaikan keluarga maupun kerabat WNI.

KBRI juga telah mengirimkan nota verbal kepada Kementerian Luar Negeri Rusia dan instansi terkait untuk meminta verifikasi.

Berdasarkan identifikasi KBRI, terdapat indikasi puluhan WNI mendaftar sebagai tentara bayaran melalui agen tertentu yang melakukan perekrutan lewat media sosial dengan menawarkan gaji besar tanpa kejelasan.

“Kami mengetahuinya setelah ada beberapa warga Indonesia yang datang ke Rusia dan ternyata tidak lolos seleksi fisik dan akhirnya kami fasilitasi untuk kembali ke tanah air."

"Bahkan ada staf kedutaan juga pernah menjumpai calon tentara bayaran di bandara, lalu dijelaskan risikonya dan akhirnya memilih kembali pulang," kata Tavares.

KBRI menghadapi kendala dalam melakukan pemantauan karena keberadaan WNI tersebut dapat berada di berbagai wilayah Rusia.

"Biasanya kami mengetahui hanya alamat awal saja, setelah proses itu selesai, kami tidak tahu lagi dia di mana."

"Mereka umumnya juga bukan datang ke Moskow, tetapi di daerah-daerah yang jauh dari Moskow," kata Tavares.

WNI Diminta Gunakan Jalur Resmi

Tavares mengatakan aktivitas perekrutan tentara asing dapat memiliki konsekuensi hukum bagi pihak yang melakukan perekrutan maupun WNI yang mendaftar.

Ia menyoroti kontrak yang ditawarkan menggunakan bahasa Rusia tanpa terjemahan dalam bahasa Indonesia sehingga calon pekerja berisiko tidak memahami sepenuhnya ketentuan yang disepakati.

“Pada saat kontrak ditandatangani, akan sangat sulit untuk keluar dari ikatan kontrak tersebut,” kata Tavares.

Dubes RI mengimbau masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri menggunakan jalur resmi agar mendapatkan kepastian kerja dan perlindungan.

“Coba tanya ke Kementerian Luar Negeri, tanya ke KBRI."

"Kami siap untuk membantu."

"BP2MI juga dapat dihubungi untuk memastikan keamanan dan keabsahan penawaran kerja yang diterima warga Indonesia di luar negeri,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026