
Pantau - Presiden Prabowo Subianto menceritakan makna “Margo Ono” yang berasal dari nama mendiang kakeknya, Margono Djojohadikusumo, saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18/9/2026) malam.
Prabowo menyampaikan cerita tersebut setelah menyinggung persoalan keuangan PAN dalam pidatonya di hadapan para petinggi partai.
Presiden kemudian menjelaskan latar belakang kehidupan Margono yang disebut berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi sulit.
“Dulu, kakek saya Pak Margono itu lahir dari keluarga yang sangat miskin.”
“Sangat miskin.”
“Karena ya, katanya ningrat, tetapi ningrat yang miskin.”
“Karena dulu ikut Pangeran Diponegoro melawan Belanda,” kata Presiden Prabowo.
Prabowo Jelaskan Arti “Margo Ono”
Prabowo mengatakan orang tua Margono memiliki firasat bahwa anak keduanya tersebut akan membawa keluarga keluar dari kemiskinan.
“Orang tua Pak Margono punya insting, punya firasat.”
“Pak Margono itu anak kedua.”
“Begitu Pak Margono lahir, bapaknya itu merasa: Oh anak inilah yang akan membawa keluarga kita keluar dari kemiskinan.”
“Jadi, dikasih nama Margono.”
“Margo Ono.”
“Ada jalan.”
“Jadi, saya tiap kali kesulitan, saya ingat Margo Ono.”
“Ada jalan,” ujar Prabowo.
Presiden kemudian mengaitkan cerita mengenai “Margo Ono” dengan pesan kepada jajaran pimpinan PAN.
Prabowo Sampaikan Pesan kepada Pimpinan PAN
Prabowo meminta pimpinan PAN tetap tenang ketika menghadapi persoalan keuangan yang sebelumnya disinggung dalam pidatonya.
“Jadi, pemimpin PAN tenang.”
“Lu enggak usah lapor sama gue.”
“Gue udah tahu.”
“Lu, gue udah tahu lu agak bokek.”
“Ini semua lu masih utang.”
“Bener enggak?”
“Dia utang itu.”
“Zulhas sama Hatta Rajasa gagah aja, hanya dalam hati kapan gue bayar itu semua.”
“Tenang, Margo Ono.”
“Percaya saudara-saudara,” kata Prabowo kepada Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan.
Raden Mas Margono Djojohadikusumo merupakan ayah Sumitro Djojohadikusumo sekaligus kakek Prabowo Subianto.
Berdasarkan materi yang diberikan, Margono pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), mendirikan Bank Negara Indonesia (BNI), dan menjadi direktur utama pertama bank tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan




