HOME  ⁄  Nasional

Mensos dan Wamensos Temui Ratusan Demonstran, 2.500 Data Warga Akan Diverifikasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Mensos dan Wamensos Temui Ratusan Demonstran, 2.500 Data Warga Akan Diverifikasi
Foto: (Sumber :Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menerima langsung ratusan warga yang berunjuk rasa di depan Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (17/9/2026).)

Pantau - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menerima langsung ratusan warga yang berunjuk rasa terkait pemeringkatan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Massa yang datang bersama Koalisi Warga Jakarta untuk Keadilan (KWJK) dan perwakilan mahasiswa tersebut menyampaikan sejumlah persoalan terkait data kesejahteraan dan penyaluran bantuan sosial.

Gus Ipul dan Agus Jabo kemudian mengajak peserta aksi masuk ke lingkungan Kemensos untuk berdialog di Taman Sekolah Rakyat.

Warga menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari desil yang dinilai terlalu tinggi dibandingkan kondisi ekonomi, penghentian bantuan sosial, hingga pembaruan data yang belum menunjukkan perubahan.

Juru Bicara KWJK Dea Melrisa mengatakan pihaknya turut menyerahkan sekitar 2.500 data warga yang dikumpulkan melalui posko pengaduan.

“Dari posko yang telah kita buka, ada kurang lebih 2.500 data yang tidak sesuai. Bahkan ada yang tidak terdaftar di DTSEN,” kata Dea.

Kemensos Janjikan Hasil Verifikasi Maksimal Sepekan

Gus Ipul memastikan seluruh data yang diserahkan demonstran akan diterima, dikaji, dan ditindaklanjuti oleh Kemensos.

“Kami akan terima semua aspirasinya, kami akan terima semua data-datanya untuk kita lakukan pendalaman, pengkajian, dan kemudian kita tindaklanjuti,” kata Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, pemerintah menyadari data yang digunakan belum sepenuhnya akurat sehingga masyarakat diberikan ruang untuk mengoreksi, menyanggah, dan mengusulkan perubahan.

“Karena kita sudah membuka data, maka kami tentu berkewajiban untuk menerima koreksi, menerima sanggahan, menerima usulan-usulan dari masyarakat. Itu adalah konsekuensi dari keterbukaan pemerintah,” katanya.

Kemensos mengajak perwakilan KWJK dan warga terlibat dalam proses verifikasi serta validasi terhadap sekitar 2.500 data yang diserahkan.

“Kita lakukan verifikasi dan validasi, kita urut satu per satu, dan nanti kita sampaikan hasilnya,” ujar Gus Ipul.

“Paling lambat seminggu sudah ada jawaban. Karena tugas Kemensos adalah melayani rakyat,” sambungnya.

Agus Jabo juga memastikan data warga akan dipadankan dan prosesnya dikawal hingga memperoleh kejelasan.

“Datanya kita padankan. Nanti Pak Marlo asistensi supaya seminggu ini selesai. Yang penting ada kejelasan. Pokoknya datanya masukkan, seminggu ini harus sudah ada hasil,” kata Agus Jabo.

Warga Bisa Ajukan Usul dan Sanggah Data

Gus Ipul menjelaskan masyarakat yang menemukan ketidaksesuaian data dapat menempuh mekanisme resmi melalui RT/RW, kelurahan atau desa, dinas sosial, hingga Kemensos.

Masyarakat juga dapat menggunakan fitur usul dan sanggah melalui aplikasi Cek Bansos.

“Bapak-Ibu sekalian bisa usul, bisa menyanggah. Saya usul, saya ini pengen dapat bansos, boleh. Atau Ibu mengatakan saya punya tetangga, sebenarnya tidak layak menerima bansos, maka saya ingin menyanggah,” kata Gus Ipul.

Bagi warga yang kesulitan menggunakan aplikasi, Kemensos menyediakan layanan Command Center 171 dan WhatsApp di nomor 0877-1717-171.

Kemensos juga membuka kesempatan bagi masyarakat atau sukarelawan menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk membantu warga mengakses sistem perlindungan sosial dan mengajukan pembaruan data.

“Saya minta Pak Marlo dan teman-teman semuanya menjadi Agen Perlinsos. Jadi nanti kalau mau perjuangkan mereka tidak perlu lagi datang ke sini dulu,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul menyebut pemutakhiran DTSEN telah membuat lebih dari 4,3 juta keluarga yang sebelumnya tidak menerima bantuan sosial masuk sebagai penerima setelah perbaikan data.

“Kalau ada data yang tidak akurat, mari kita perbaiki,” kata Gus Ipul.

Ia menegaskan bantuan sosial diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan dan memenuhi kriteria penerima.

“Bansos itu adalah hak dari rakyat dan harus diterima oleh rakyat yang membutuhkan, yang memenuhi kriteria,” ujarnya.

Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk melanjutkan verifikasi dan validasi data warga, dengan Gus Ipul dan Agus Jabo menjadi penanggung jawab tindak lanjut bersama jajaran Kemensos.

“Kalau ada orang demo silakan masuk ke dalam. Syukur-syukur kalau memberi tahu sebelumnya, berapa yang mau datang sehingga kami bisa menyiapkan,” kata Gus Ipul. Jadi ingat ya, Kemensos adalah kantornya rakyat,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026