
Pantau - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono meminta penguatan keamanan siber dan efektivitas program literasi digital seiring semakin luasnya penggunaan teknologi oleh masyarakat.
Dave menilai perkembangan digitalisasi perlu diimbangi dengan pengamanan jaringan pemerintah serta peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko di ruang digital.
Pernyataan tersebut disampaikan Dave saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI bersama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/9/2026).
Menurut Dave, perkembangan digitalisasi pascapandemi telah membuat pembelajaran jarak jauh, pembayaran digital, dan transaksi nontunai menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat.
“Menurut kami, koordinasi ini penting dengan BSSN dan juga perlu melakukan tindakan untuk melakukan pengamanan pada jaringan-jaringan yang dibangun,” ujar Dave.
Komisi I Soroti Ancaman Serangan Siber
Dave menilai semakin luasnya pemanfaatan teknologi turut meningkatkan kerentanan terhadap berbagai ancaman siber, termasuk pencurian data.
Ia juga menyinggung persoalan yang pernah terjadi pada Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) sebagai bagian dari perhatian terhadap keamanan infrastruktur digital pemerintah.
Berdasarkan data BSSN yang disampaikan dalam kunjungan tersebut, tercatat 1,52 miliar serangan siber di Indonesia sepanjang 1 Januari hingga 15 April 2026.
Dave mendorong koordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memperkuat pengamanan jaringan pemerintah, termasuk infrastruktur digital yang digunakan dalam pelayanan masyarakat.
Program Literasi Digital Diminta Diukur Efektivitasnya
Selain keamanan siber, Dave menekankan pentingnya literasi digital agar masyarakat mampu mengenali dan menghindari penyalahgunaan teknologi.
Risiko tersebut antara lain judi online, pinjaman online, pencurian data, dan penipuan di ruang digital.
Dave meminta keberhasilan program literasi digital pemerintah tidak hanya diukur berdasarkan jumlah kegiatan yang telah dilaksanakan.
Ia mendorong pemerintah melakukan pengukuran terhadap efektivitas program dan dampaknya bagi kemampuan masyarakat menghadapi risiko digital.
“Jadi, jangan hanya sekadar, ‘oh kita sudah membuat program, kita sudah melakukan pendidikan program literasi’, tapi berarti pihaknya seberapa efektif program-program tersebut. Di sini kan ada dampak berlangsung nanti juga berkaitan kepada masyarakat secara luas,” tegasnya.
Menurut Dave, pengukuran efektivitas semakin penting karena penggunaan teknologi telah menjadi bagian dari berbagai aktivitas masyarakat.
- Penulis :
- Aditya Yohan




