HOME  ⁄  Nasional

Hari Perdamaian Internasional, Kowani Perkuat Peran Perempuan sebagai Agen Perdamaian

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Hari Perdamaian Internasional, Kowani Perkuat Peran Perempuan sebagai Agen Perdamaian
Foto: (Sumber :Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto (tengah) di sela kegiatan Renungan Malam untuk Perdamaian Dunia, di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (21/9/2026) malam. ANTARA/HO-Kowani.)

Pantau - Kongres Wanita Indonesia (Kowani) mendorong penguatan peran perempuan dalam meneguhkan nilai kemanusiaan dan membangun kehidupan yang damai dalam momentum Hari Perdamaian Internasional.

Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Renungan Malam untuk Perdamaian Dunia di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (21/9/2026) malam.

"Kowani memandang perempuan mempunyai kedudukan penting sebagai pendidik pertama, penjaga nilai kemanusiaan, perawat kehidupan, penggerak keluarga, pemimpin masyarakat, sekaligus pembangun perdamaian," kata Nannie.

Perempuan Didorong Jadi Agen Perdamaian

Menurut Nannie, perdamaian bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

"Perempuan memiliki posisi strategis karena berperan sebagai pendidik pertama dalam keluarga sekaligus penjaga nilai kemanusiaan," katanya pula.

Nannie mengatakan peran tersebut semakin penting di tengah masih terjadinya kekerasan terhadap perempuan, persoalan keluarga, serta maraknya konten di ruang digital yang kurang mendidik.

Kowani pun terus mendorong perempuan menjadi agen perdamaian yang mampu mencegah kekerasan, membangun dialog, merawat persaudaraan, dan memperkuat ketahanan keluarga.

"Peran Kowani sebagai dirigen atau koordinator organisasi-organisasi perempuan tentu menjadikan kami sebagai agen perdamaian. Kami berupaya mencegah kekerasan, membangun dialog untuk merawat persaudaraan, memperkuat ketahanan keluarga, dan menanamkan nilai persatuan kepada generasi penerus," kata Nannie Hadi Tjahjanto.

Doa Lintas Agama Warnai Renungan Perdamaian

Kegiatan Renungan Malam untuk Perdamaian Dunia turut diisi dengan doa lintas agama untuk mendoakan perdamaian di Indonesia dan dunia.

Nannie mengatakan doa lintas agama tersebut menjadi wujud kebersamaan dalam memperkuat persaudaraan dan semangat kemanusiaan dengan tetap menghormati tata ibadah serta keyakinan masing-masing.

"Kita berdoa sesuai keyakinan masing-masing, tetapi berdiri dalam satu semangat kemanusiaan, satu cinta kepada NKRI, dan satu harapan untuk perdamaian," ujar Nannie Hadi Tjahjanto.

Kowani berharap penguatan peran perempuan dapat terus dilakukan melalui keluarga, organisasi, dan masyarakat untuk menanamkan nilai persatuan serta perdamaian kepada generasi penerus.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026