
Pantau - Angkatan Udara Prancis membawa sembilan pesawat militer yang terdiri atas jet tempur Rafale, Airbus A400M, dan Airbus A330 MRTT ke Jakarta dalam rangka persinggahan Misi Pegase 2026 di Indonesia pada 20-25 September 2026.
Empat jet tempur Rafale dan dua Airbus A400M tampak berada di apron Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sementara tiga pesawat lainnya merupakan tanker Airbus A330 MRTT.
Komandan Misi Pegase 2026 Mayor Jenderal Julien Sabene mengatakan, "Kami membawa sembilan pesawat dari tiga tipe, yang kami sebut sebagai kombinasi pemenang atau kombinasi ajaib."
Rafale dan A400M Prancis-TNI AU Akan Latihan Bersama
Salah satu agenda penting selama persinggahan Misi Pegase 2026 adalah latihan bersama antara Angkatan Udara Prancis dan TNI Angkatan Udara.
Jet tempur Rafale dan Airbus A400M yang kini sama-sama dioperasikan kedua negara dijadwalkan melakukan latihan bersama untuk pertama kalinya.
Indonesia menerima tiga unit pertama jet tempur Rafale pada Januari 2026.
Sementara untuk Airbus A400M, Indonesia menerima unit pertama pada November 2025 dan unit kedua pada Maret 2026.
Sabene menyebut Angkatan Udara Prancis telah lebih lama mengoperasikan kedua tipe pesawat tersebut sehingga pengalaman yang dimiliki dapat menjadi bagian dari pertukaran pengetahuan dengan Indonesia.
"Kami telah memiliki A400M dan Rafale lebih lama dari Anda, tetapi kami bersedia untuk saling berbagi praktik terbaik sehingga kita bisa belajar satu sama lain," kata Sabene.
Sabene yang juga menjabat Wakil Komandan Komando Operasi dan Pertahanan Udara Prancis menjelaskan bahwa keseluruhan Misi Pegase 2026 berlangsung mulai 8 September hingga 15 Oktober 2026.
Sepanjang misi tersebut, armada Angkatan Udara Prancis dijadwalkan menempuh sekitar 80 jam penerbangan dengan total perjalanan mencapai sekitar 40.000 kilometer.
Misi Pegase 2026 melibatkan sekitar 270 aviator, sementara sebelum tiba di Jakarta rombongan melakukan penerbangan sekitar sembilan jam dari Jepang.
Indonesia Jadi Mitra Strategis Prancis di Indo-Pasifik
Indonesia dipilih sebagai salah satu negara persinggahan karena Prancis memandang Indonesia sebagai salah satu mitra strategisnya di kawasan Indo-Pasifik.
Persinggahan Misi Pegase 2026 sekaligus menjadi kali kelima Prancis melakukan persinggahan misi tersebut di Indonesia.
Kesamaan pesawat yang kini dioperasikan kedua negara, khususnya Rafale, menjadi salah satu unsur penting dalam kerja sama dan latihan Angkatan Udara Prancis dengan TNI AU.
"Dan Indonesia, di kawasan Indo-Pasifik, adalah negara yang penting, sebuah keharusan. Itulah mengapa ini adalah kali kelima kami singgah di sini, karena Anda berada di pusat gravitasi kawasan ini. Ditambah lagi, sekarang Anda mengoperasikan pesawat yang sama dengan yang kami miliki, Rafale," kata Sabene.
A330 MRTT dan A400M Punya Kemampuan Multiperan
Airbus A330 MRTT yang terlibat dalam Misi Pegase 2026 merupakan pesawat multiperan dengan kapasitas bahan bakar hingga 110 ton.
Pesawat tersebut mampu melakukan pengisian bahan bakar terhadap dua pesawat tempur secara bersamaan ketika berada di udara.
Selain berfungsi sebagai pesawat tanker, A330 MRTT mampu membawa hingga ratusan penumpang ataupun puluhan ton kargo dalam penerbangan jarak sangat jauh.
Sementara itu, Airbus A400M merupakan pesawat berkapasitas angkut besar yang dapat digunakan untuk mendistribusikan personel, kargo, hingga kendaraan tempur secara cepat.
A400M juga dapat mendukung pendaratan serbu dan penerjunan serta beroperasi pada landasan dengan kondisi ekstrem ataupun fasilitas terbatas.
Selain menjalankan transportasi logistik, A400M dapat digunakan untuk evakuasi medis dan pengisian bahan bakar helikopter di udara serta memberikan dukungan terhadap operasi pasukan khusus dan pertempuran kolaboratif.
Rafale Jadi Unsur Utama Misi Pegase 2026
Rafale menjadi salah satu unsur utama Misi Pegase 2026 sebagai jet tempur multiperan yang dilengkapi berbagai perangkat untuk mendukung operasi di lingkungan dengan tingkat ancaman tinggi.
Jet tempur tersebut dilengkapi sensor canggih, pembidik helm Scorpion, dan sistem pertempuran kolaboratif.
Kehadiran Rafale, A400M, dan A330 MRTT dalam Misi Pegase 2026 menjadi bagian dari latihan sekaligus pertukaran pengalaman antara Angkatan Udara Prancis dan TNI AU, terutama setelah Indonesia mulai mengoperasikan Rafale dan A400M.
- Penulis :
- Leon Weldrick




