
Pantau - New Priok Container Terminal One (NPCT1) bersama pihak terkait menginvestigasi penyebab kebakaran sejumlah kontainer barang berbahaya atau dangerous goods (DG) di Terminal NPCT1, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.
Kebakaran terjadi di Kade 820, Block DG, pada Senin, 21 September 2026, dengan api terpantau muncul dari dalam muatan salah satu kontainer sekitar pukul 15.20 WIB.
“Kami bersama pihak terkait masih melakukan pemeriksaan dan investigasi untuk mengetahui kronologi penyebab kebakaran,” kata Corporate Planning Manager NPCT1 Christine Margaretha Manasseh di Jakarta, Rabu, 23 September 2026.
Christine mengatakan informasi mengenai penyebab kebakaran akan disampaikan berdasarkan hasil investigasi dan fakta yang telah terverifikasi.
Operasional Terminal Mulai Dipulihkan
NPCT1 sebagai bagian dari Pelindo Group menyatakan akan terus mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan keandalan operasional dalam setiap kegiatan terminal.
“Evaluasi atas kejadian ini juga akan dilakukan sebagai bagian dari upaya penguatan sistem keselamatan dan pengendalian risiko secara berkelanjutan,” ujar Christine.
Operasional di kawasan terminal mulai berlangsung secara bertahap setelah insiden kebakaran tersebut.
Pemulihan dilakukan dengan mempertimbangkan hasil pemeriksaan kondisi lapangan serta memastikan aspek keselamatan dan keamanan terpenuhi sebelum area kembali digunakan.
“Seluruh proses dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan mempertimbangkan kondisi di lapangan karena keselamatan dan keamanan personel tetap menjadi prioritas dalam setiap tahapan pemulihan,” tutur Christine.
NPCT1 juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa dan pihak lain yang mengalami gangguan layanan akibat kebakaran tersebut.
“Kami juga apresiasi kepada petugas, pemangku kepentingan, serta pihak berwenang yang telah mendukung dan berkoordinasi dalam proses penanganan insiden,” ungkap Christine.
Polisi Libatkan Laboratorium Forensik
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP AA Ngurah Made Pandu Prabawa mengatakan kepolisian telah berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik Polri untuk menyelidiki kebakaran tersebut.
Polisi juga mendatangi lokasi kejadian, mempertahankan status quo di sekitar lokasi, serta memasang garis polisi untuk mendukung proses penyelidikan.
Api yang muncul sekitar pukul 15.20 WIB berhasil dipadamkan pada pukul 16.45 WIB.
“Proses pemadaman api melibatkan 14 unit mobil damkar dari Pelindo, NPCT1, dan Pemkot Jakut,” tutur Pandu.
Pandu mengatakan kebakaran mengakibatkan 51 isotank dan unit kontainer DG hangus terbakar.
“Detail lebih lanjut masih dalam proses penyelidikan,” ungkap Pandu.
Objek yang terbakar diduga berasal dari muatan salah satu kontainer berisi minyak mentah yang mudah terbakar, sementara penyebab pasti insiden masih dalam penyelidikan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




