HOME  ⁄  Nasional

Ratusan Ribu Lowongan Luar Negeri Belum Terisi, Pemerintah Dorong Kompetensi PMI Sesuai Pasar

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ratusan Ribu Lowongan Luar Negeri Belum Terisi, Pemerintah Dorong Kompetensi PMI Sesuai Pasar
Foto: (Sumber :Wamen P2MI lepas 40 PMI asal Sumbar ke Malaysia (/).)

Pantau - Sebanyak 216.236 dari 292.471 lowongan kerja luar negeri aktif bagi pekerja migran Indonesia (PMI) tercatat belum terisi berdasarkan Sistem Informasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI) per 20 September 2026.

Jumlah tersebut setara 73,93 persen dari keseluruhan lowongan aktif dan menunjukkan adanya kesenjangan antara permintaan tenaga kerja yang telah teridentifikasi dengan penempatan pekerja.

Kondisi tersebut membuat pemerintah mendorong penyiapan kompetensi PMI agar semakin sesuai dengan kebutuhan industri dan pasar kerja di negara tujuan.

Penempatan Terkendala Berbagai Faktor

Lowongan yang belum terisi dapat berkaitan dengan proses rekrutmen, kelengkapan dokumen, persyaratan negara tujuan, hingga kapasitas administrasi.

Di Turki, sekitar 30.000 permintaan tenaga kerja yang telah diverifikasi belum sepenuhnya terpenuhi karena kapasitas pemrosesan visa sekitar 12.000-15.000 per tahun.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani menegaskan penyiapan pekerja tidak berhenti pada pelatihan, tetapi kompetensi harus terhubung dengan kebutuhan industri dan berujung pada penempatan.

Kondisi tersebut membuat hasil setiap tahapan, mulai dari pelatihan hingga penempatan, menjadi bagian penting untuk mengetahui hambatan dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja.

Data setiap tahap juga dapat menunjukkan apakah hambatan berasal dari kesiapan pekerja, proses administrasi, atau ketentuan negara tujuan.

Program SMK Go Global Siapkan Kompetensi Pekerja

Upaya menghubungkan kebutuhan pasar dengan kesiapan pekerja salah satunya dilakukan melalui program “SMK Go Global”.

Per 17 September 2026, sebanyak 18.110 peserta telah terdaftar dalam program tersebut dan 4.601 orang telah mengikuti pelatihan, sementara target pada 2026 mencapai 40.000 peserta.

Pelatihan meliputi kemampuan bahasa, keterampilan teknis, dan sertifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan negara tujuan.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin mengatakan kurikulum dan pelatihan harus disusun berdasarkan data kebutuhan pasar kerja, bukan perkiraan.

Pemetaan kebutuhan tersebut mencakup sektor pekerjaan, posisi, negara tujuan, kualifikasi, dan kompetensi yang diperlukan.

Melalui pemetaan tersebut, pemerintah dapat menelusuri jumlah kandidat yang disiapkan untuk setiap permintaan tenaga kerja, pekerja yang memenuhi kualifikasi, hingga mereka yang akhirnya ditempatkan.

Data itu juga dapat digunakan untuk mengetahui tahapan yang menjadi hambatan ketika lowongan tersedia tetapi kandidat belum memenuhi persyaratan atau ketika kandidat telah siap namun keberangkatan masih tertunda.

Dengan pendekatan tersebut, 216.236 lowongan yang belum terisi dapat dipetakan berdasarkan hambatan dalam proses dari permintaan tenaga kerja hingga penempatan PMI.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026