HOME  ⁄  Nasional

Dinkes Papua Barat Catat Layanan Cek Kesehatan Gratis Menjangkau 41.079 Warga

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dinkes Papua Barat Catat Layanan Cek Kesehatan Gratis Menjangkau 41.079 Warga
Foto: (Sumber :Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Kemasyarakatan dan SDM Nency Titty Lidya Wyzer (kanan) mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan BPS Papua Barat dalam rangka memperingati Hari Statistik Nasional 2026 di Manokwari, Selasa (22/9/2026).)

Pantau - Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat mencatat program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 41.079 warga atau 92,05 persen dari 44.627 pendaftar selama periode Januari hingga Agustus 2026.

Kepala Dinkes Papua Barat dr Alwan Rimosan mengatakan capaian tersebut merupakan akumulasi layanan bagi kelompok bayi hingga anak prasekolah, anak sekolah dan remaja, serta kelompok dewasa hingga lanjut usia.

"Dari 44.627 warga yang mendaftar, sekitar 92,05 persen sudah mendapatkan pelayanan CKG di seluruh wilayah Papua Barat," katanya di Manokwari, Kamis (24/9/2026).

Kelompok anak sekolah dan remaja menjadi penerima CKG terbanyak dengan 20.172 orang, disusul kelompok dewasa hingga lansia sebanyak 18.917 orang dan bayi baru lahir hingga anak prasekolah sebanyak 1.990 orang.

<h2>Manokwari Catat Penerima CKG Terbanyak</h2>

Penerima layanan CKG tersebar di Manokwari sebanyak 11.201 orang, Teluk Bintuni 9.740 orang, Fakfak 8.935 orang, Teluk Wondama 3.518 orang, Manokwari Selatan 3.331 orang, Kaimana 2.615 orang, dan Pegunungan Arfak 1.739 orang.

"Hanya Kabupaten Manokwari yang paling tinggi cakupannya, sedangkan enam lainnya masih perlu ditingkatkan. Kami sudah koordinasi dengan teman-teman dinkes kabupaten," ujarnya.

Alwan mengatakan perluasan cakupan CKG membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah dan pusat, BUMN, BUMD, organisasi masyarakat, lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, serta berbagai pihak lainnya di Papua Barat.

CKG bertujuan memudahkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan tanpa dipungut biaya, mendeteksi potensi penyakit sejak dini, serta meningkatkan kualitas hidup.

"Kami sudah imbau agar semua kegiatan yang menghadirkan orang dalam jumlah banyak, bisa mengikutsertakan kegiatan CKG. Tim medis kami selalu siap," ucap Alwan.

<h2>Puskesmas Ditargetkan Layani Minimal 15 Warga per Hari</h2>

Menurut Alwan, sinergi dan kolaborasi menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan CKG yang sejalan dengan misi Papua Sehat dalam Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP) periode 2022-2041.

Pemerintah Provinsi Papua Barat juga telah menerbitkan surat edaran pelaksanaan CKG di seluruh sekolah untuk mendukung tumbuh kembang siswa.

Dinkes turut menggencarkan edukasi dan sosialisasi mengenai manfaat program tersebut kepada masyarakat.

"Berdasarkan sasaran Papua Barat, maka masing-masing puskesmas minimal per hari ada 15 orang yang diberikan layanan CKG," kata Alwan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026