
Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai salah satu saluran penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap komoditas tersebut.
“Kami memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai salah satu saluran penyaluran beras SPHP,” kata Sekretaris Utama Bapanas Ito Hediarto di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Ito mengatakan penguatan KDKMP dilakukan dengan memastikan distribusi beras SPHP tetap mengikuti kebijakan dan regulasi yang berlaku, termasuk ketentuan harga berdasarkan zonasi.
“Kami menjaga dari sisi kebijakan dan regulasi. Kami menjaga berasnya,” ujar Ito.
Bapanas sebelumnya menggelar Rapat Koordinasi Kesiapan Distribusi Barang Bersubsidi dan Komoditas Strategis melalui KDKMP di Jakarta.
Penyaluran Beras SPHP Capai 99,98 Persen
Berdasarkan data realisasi per 23 September 2026, penyaluran beras SPHP telah mencapai 827 juta kilogram dari target 828 juta kilogram atau 99,98 persen.
Dari jumlah tersebut, penyaluran melalui KDKMP tercatat mencapai 16.622.525 kilogram.
Pelaksanaan stabilisasi tersebut salah satunya berlandaskan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 15 Tahun 2022 yang mengatur stabilisasi pasokan dan harga beras di tingkat konsumen melalui penugasan Perum Bulog dan/atau kerja sama dengan pelaku usaha pangan.
“Intinya adalah kegiatan KDMP ini bisa berjalan. Karena kegiatan stabilisasi pasokan dan harga pangan sudah diatur di tahun 2022,” kata Ito.
Pemerintah juga menetapkan tambahan alokasi satu juta ton beras SPHP untuk memperkuat stabilisasi pasokan dan harga sekaligus menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat melalui saluran distribusi resmi.
KDKMP menjadi salah satu dari sembilan saluran utama distribusi beras SPHP bersama pengecer pasar rakyat, instansi pelaksana Gerakan Pangan Murah, outlet pangan pemerintah daerah, outlet atau koperasi BUMN/BUMD, outlet instansi pemerintah, Rumah Pangan Kita Bulog, ritel modern, serta distributor BUMN/BUMD.
“Jadi KDMP adalah salah satu dari saluran utama sembilan yang kita distribusikan oleh Bulog. Ada zona-zonanya,” ujar Ito.
Harga Beras SPHP Dibagi Tiga Zona
Untuk zona 1 yang mencakup Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi, harga beras SPHP di gudang Bulog ditetapkan Rp11.000 per kilogram, harga distributor Rp11.700 per kilogram, dan harga eceran tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram.
Di zona 2 yang meliputi Sumatra selain Lampung dan Sumatra Selatan, Nusa Tenggara Timur, serta Kalimantan, harga di gudang Bulog ditetapkan Rp11.300 per kilogram, harga distributor Rp12.000 per kilogram, dan HET Rp13.100 per kilogram.
Sementara di zona 3 yang mencakup Maluku dan Papua, harga beras SPHP di gudang Bulog ditetapkan Rp11.600 per kilogram, harga distributor Rp12.300 per kilogram, dan HET Rp13.500 per kilogram.
“Jadi nanti memang harga disesuaikan dengan zonanya. Di mana harga distributor, harga HET-nya sudah kita tetapkan,” kata Ito.
- Penulis :
- Aditya Yohan




