
Pantau - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membuka akses pasar bagi usaha mikro di Aceh melalui kemitraan dengan jaringan ritel modern dalam Program Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra (Kumitra).
Asisten Deputi Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Mikro Kementerian UMKM Pristiyanto mengatakan akses pasar menjadi salah satu kebutuhan utama usaha mikro, terutama bagi pelaku usaha yang sedang memulihkan kegiatan setelah terdampak bencana.
“Program Kumitra hadir sebagai solusi konkret untuk membuka akses pasar yang masih menjadi tantangan bagi para pengusaha mikro,” kata Pristiyanto dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Sebanyak 25 usaha mikro terpilih di Aceh mendapatkan peluang memperluas pemasaran produknya melalui jaringan ritel modern dan rantai pasok industri.
Temu bisnis Kumitra menghasilkan komitmen awal kemitraan melalui Letter of Intent (LOI) dengan potensi nilai transaksi mencapai Rp2,54 miliar.
Pelaku Usaha Dipertemukan dengan Jaringan Ritel
Sejumlah mitra ritel yang terlibat dalam program tersebut antara lain Suzuya Group, Alfamart, Indomaret, Simpang Lima, Aroma, dan Pusaka Souvenir Gallery.
Pristiyanto mengatakan pelaku usaha terlebih dahulu mengikuti proses kurasi dan presentasi bisnis secara daring sebelum mempresentasikan produk secara langsung kepada calon mitra.
Kegiatan tersebut juga memberikan pemahaman mengenai persyaratan untuk memasuki rantai pasok yang lebih luas, mulai dari standardisasi mutu, izin edar, higienitas kemasan, hingga kemampuan menjaga kontinuitas pasokan.
Program Kumitra di Aceh merupakan bagian dari layanan Klinik UMKM Bangkit Aceh yang dilaksanakan Kementerian UMKM bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Aceh serta Asosiasi Profesi Pendamping Entrepreneur Indonesia (ASPPENDO).
Kemitraan Akan Diperluas ke Hotel dan Pariwisata
Kementerian UMKM mencatat temu bisnis Kumitra telah dilaksanakan di Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Tangerang, dan Aceh.
Total potensi transaksi berdasarkan LOI dari pelaksanaan program di empat daerah tersebut mencapai Rp13,74 miliar.
Pristiyanto mengatakan Kementerian UMKM selanjutnya akan memperluas jaringan kemitraan usaha mikro ke sektor perhotelan dan pariwisata melalui sinergi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Produk makanan olahan, minuman, cenderamata, dan kriya khas Aceh diarahkan agar memiliki peluang masuk dalam pengadaan kebutuhan operasional hotel serta ekosistem destinasi wisata.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




