HOME  ⁄  Nasional

Mataram Siapkan 4.000 Kamar Hotel dan Antisipasi Lonjakan Tarif Jelang MotoGP Mandalika 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Mataram Siapkan 4.000 Kamar Hotel dan Antisipasi Lonjakan Tarif Jelang MotoGP Mandalika 2026
Foto: Salah satu hotel berbintang di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, siap menyambut tamu MotoGP 2026 (sumber: ANTARA/Nirkomala)

Pantau - Dinas Pariwisata Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyiapkan sekitar 3.000 hingga 4.000 kamar hotel untuk menampung wisatawan dan penonton MotoGP Mandalika yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra mengatakan kesiapan sarana akomodasi tersebut mencakup berbagai tingkatan penginapan, mulai dari hotel berbintang hingga hotel melati.

"Kesiapan kamar hotel kami di Mataram saat ini sekitar 3.000-4.000 kamar," katanya.

Ketersediaan kamar tersebut diperkirakan terus bertambah seiring mulai beroperasinya sejumlah akomodasi baru di Kota Mataram.

Dispar Kota Mataram berkomitmen memaksimalkan seluruh potensi akomodasi yang tersedia guna menghadapi lonjakan wisatawan selama penyelenggaraan balap internasional tersebut.

Dispar Antisipasi Lonjakan Tarif Hotel

Selain memastikan ketersediaan kamar, Dispar Kota Mataram memberikan perhatian terhadap stabilitas tarif penginapan selama MotoGP Mandalika berlangsung.

Pemerintah daerah berupaya mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan tarif kamar yang tidak wajar pada momentum penyelenggaraan MotoGP.

Sebagai langkah antisipasi, Dispar Kota Mataram telah mengumpulkan pelaku usaha sektor akomodasi dengan melibatkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta Asosiasi Hotel Mataram (AHM).

Konsolidasi tersebut dilakukan untuk membangun kesepakatan bersama mengenai penetapan tarif batas atas kamar yang rasional dan proporsional.

"Kami mengimbau para pengelola akomodasi agar mengedepankan asas kepatutan dan tidak memanfaatkan momentum event untuk meraup keuntungan secara berlebihan," katanya.

Wisatawan Diminta Waspadai Broker Akomodasi

Cahya juga mengimbau wisatawan dan calon penonton MotoGP Mandalika agar lebih waspada ketika mencari penginapan, terutama terhadap spekulan maupun broker atau perantara akomodasi.

Menurut Cahya, keberadaan perantara yang menetapkan harga kamar di luar batas kewajaran berpotensi merugikan konsumen dan dapat berdampak buruk terhadap citra pariwisata daerah.

Upaya menjaga kewajaran tarif akomodasi karena itu membutuhkan peran pemerintah dan pengelola hotel serta kecermatan konsumen dalam menentukan tempat menginap.

Wisatawan dan calon penonton MotoGP diminta cerdas memilah serta memilih akomodasi sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Kota Mataram memiliki berbagai alternatif penginapan yang dapat menjadi pilihan wisatawan apabila menemukan harga kamar yang dinilai terlalu tinggi, termasuk hotel melati.

"Kami punya banyak pilihan yang tersedia, termasuk hotel melati. Jika tarif yang ditawarkan pihak perantara dinilai tidak realistis, bisa cari alternatif lain," katanya.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026