
Pantau - Menteri Agama RI periode 2014–2019 Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan duka cita atas wafatnya seniman dan politikus senior Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Lukman mengenang Guruh sebagai sosok yang merangkul serta menginspirasi generasi muda perkotaan pada era 1970-an hingga 1990-an melalui nasionalisme yang kuat.
Ditemui sebelum pemakaman Guruh di TPU Karet Bivak, Jakarta, Lukman mengatakan sosok Guruh tidak hanya dikenang sebagai seniman, tetapi juga budayawan yang mencintai bangsa dan Tanah Air.
Menurut dia, karya-karya Guruh dalam bentuk musik, pagelaran seni, pertunjukan, hingga film merupakan wujud kecintaannya terhadap Indonesia.
“Kita semua tentu kehilangan, tetapi kita tentu meyakini bahwa beliau berpulang sepenuh rela dan bahagia kembali kepada Sang Pencipta. Mudah-mudahan beliau husnul khotimah dan kita yang ditinggalkan dikuatkan untuk melanjutkan apa yang selama ini beliau cita-citakan,” ujarnya.
Lukman Kenang Pertemuan Terakhir dengan Guruh
Lukman mengatakan interaksi terakhirnya dengan Guruh terjadi ketika keduanya menghadiri sebuah acara kebudayaan.
Keduanya juga pernah bersama-sama menerima penghargaan ikon prestasi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Setelah pertemuan tersebut, Lukman dan Guruh tetap menjalin komunikasi melalui sambungan telepon.
Guruh Dinilai Bangkitkan Cinta Tanah Air Lewat Seni
Menurut Lukman, salah satu kontribusi terbesar putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno tersebut adalah kemampuannya membangun, membangkitkan, dan merawat rasa cinta Tanah Air di kalangan generasi muda perkotaan.
Guruh melakukan pendekatan tersebut melalui seni yang adaptif dan modern sesuai perkembangan zamannya.
Kiprah Guruh di bidang musik, pertunjukan, dan kebudayaan menjadi bagian dari cara dirinya menyampaikan semangat kecintaan terhadap Indonesia kepada generasi muda.
- Penulis :
- Aditya Yohan




