HOME  ⁄  Nasional

Indonesia-Malaysia Halal Council Diarahkan Jadi Cikal Bakal Dewan Halal ASEAN dan Dunia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indonesia-Malaysia Halal Council Diarahkan Jadi Cikal Bakal Dewan Halal ASEAN dan Dunia
Foto: (Sumber :Arsip foto - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan dalam The 5th Summit of Halal 20 (H20) 2026 di Jakarta, Minggu (20/9/2026). ANTARA/HO-BPJPH/aa..)

Pantau - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI Haikal Hassan menyebut pembentukan Indonesia-Malaysia Halal Council menjadi langkah menuju pembentukan Dewan Halal ASEAN hingga lembaga halal tingkat dunia.

“Terbentuknya Indonesia Malaysia Halal Council yang merupakan arah untuk membentuk ASEAN Halal Council ini juga menciptakan satu pasar dunia baru. Apa itu? Ya tentu World Halal Development Center, atau World Halal Development Council, entah apa namanya nanti kita sepakati di belakangan hari ya. Pokoknya sebuah badan dunia gitu,” kata Haikal saat dihubungi dari Kuala Lumpur, Sabtu (26/9/2026).

Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengumumkan pembentukan Dewan Halal Malaysia-Indonesia sebagai upaya memperkuat diplomasi halal kedua negara.

Dewan tersebut akan dipimpin BPJPH Indonesia, sedangkan Malaysia bertindak sebagai sekretaris jenderal dengan pertemuan pertama dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.

Indonesia dan Malaysia Dorong Dewan Halal ASEAN

Haikal mengatakan Malaysia memiliki pengalaman selama puluhan tahun dalam penerapan aspek halal sehingga dapat menjadi mitra Indonesia untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman.

Indonesia ditunjuk sebagai ketua dalam Malaysia-Indonesia Halal Council, sedangkan Malaysia menempati posisi sekretaris jenderal.

“Saya ditunjuk sebagai chairman untuk mengarahkan pembentukan ini menjadi tim kerja untuk menciptakan ASEAN Halal Council. Kalau sudah menciptakan ASEAN Halal Council dan ada 11 negara ikut, ini sudah merupakan suatu kekuatan yang luar biasa ya, karena itu sudah hampir 1 miliar penduduk ya, dan ini sebuah pasar yang sangat luas, sangat besar. Karena itu kita memprakarsai pembentukan kantor bersama,” kata dia.

Haikal menjelaskan aspek halal tidak ditujukan untuk menciptakan batasan atau persaingan, melainkan memberikan kenyamanan dan ketenteraman kepada masyarakat.

“Halal itu bukan untuk Muslim saja. Halal itu tren masa kini, lifestyle, modern civilization, prosperity of life. Halal itu transparansi, bertanggung jawab, penelusurannya jelas, barangnya bermutu, berkualitas, dan halal itu untuk semua orang,” kata Haikal.

Ekosistem Halal Dibidik Jadi Kekuatan Pasar

Haikal mengatakan perdagangan global semakin terbuka dengan produk dari berbagai negara, termasuk negara berpenduduk mayoritas non-Muslim seperti China dan Korea, turut mencantumkan logo halal.

“Sehingga kita pun harus ikut dong dalam percaturan dunia saat ini. Andai kata kita tidak ikut, maka kita pasti ketinggalan zaman ya. Itulah yang saat ini sedang saya lakukan, bahwa dengan kebersamaan, aspek halal akan menjadi tumbuh menjadi sebuah raksasa bisnis,” ujarnya.

Menurut Haikal, keterkaitan negara-negara ASEAN dalam ekosistem halal dapat membentuk pasar yang besar sekaligus mendukung target Indonesia menjadi pusat halal dunia.

“Itu akan menjadi sebuah geopolitik yang dahsyat. Inilah yang merupakan harapan bahwa aspek halal tidak mengenal politik, tidak kenal persaingan. Halal itu adalah persatuan-kesatuan, kebersamaan, perlindungan, untuk membuat kita semakin berjaya. Dan inilah di mana terjadi cita-cita kita yaitu target Indonesia sebagai pusat halal dunia,” paparnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026