HOME  ⁄  Nasional

Gunung Semeru Erupsi Empat Kali, Tinggi Letusan Mencapai 1.300 Meter di Atas Puncak

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Gunung Semeru Erupsi Empat Kali, Tinggi Letusan Mencapai 1.300 Meter di Atas Puncak
Foto: Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan abu vulkanik hingga mencapai 1,3 kilometer pada Minggu (27/9/2026) pagi.

Pantau - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami empat kali erupsi pada Minggu (27/9/2026) dini hari hingga pagi dengan tinggi letusan mencapai 1.300 meter di atas puncak Mahameru.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto mengatakan salah satu erupsi terjadi pada pukul 05.55 WIB dengan kolom abu mencapai 4.976 meter di atas permukaan laut.

"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.55 WIB dengan tinggi kolom abu letusan teramati sekitar 1.300 meter di atas puncak atau 4.976 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Liswanto.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah timur laut.

Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sementara sekitar dua menit 20 detik.

"Erupsi tersebut masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," tuturnya.

<h2>Semeru Empat Kali Erupsi Sejak Dini Hari</h2>

Berdasarkan catatan petugas, Gunung Semeru mengalami empat kali erupsi sejak pukul 00.21 WIB hingga 06.22 WIB.

Tinggi letusan yang teramati dalam rangkaian erupsi tersebut berkisar 500 meter hingga 1,3 kilometer di atas puncak.

Gunung Semeru saat ini berada pada Status Level III atau Siaga.

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.

<h2>Warga Diminta Waspadai Awan Panas dan Lahar</h2>

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena terdapat risiko lontaran batu pijar.

Petugas meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026