
Pantau - Jaringan Usaha Ekonomi Pemberdayaan Perempuan Kaimana (JUMPPA) resmi dikukuhkan untuk memperkuat kapasitas dan kemandirian pelaku usaha perempuan, khususnya masyarakat adat, di Kabupaten Kaimana, Papua Barat.
JUMPPA dikukuhkan pada 20 Agustus 2026 melalui kolaborasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaimana dengan Yayasan EcoNusa.
Sebanyak 26 pelaku usaha perempuan yang bergerak di bidang kerajinan tangan, kuliner, dan ekowisata bergabung dalam jaringan tersebut.
“JUMPPA dibentuk atas dasar keterbatasan akses dan fasilitas pemerintah dalam pemberdayaan perempuan, padahal pelaku usaha perempuan Kaimana memiliki potensi dalam mengelola sumber daya alam,” kata Kepala DP3A Kaimana Olivia Engelin Ansanay.
<h2>JUMPPA Jawab Kendala Modal hingga Pemasaran Digital</h2>
Pembentukan JUMPPA diarahkan untuk menjawab sejumlah tantangan pelaku usaha perempuan, mulai dari keterbatasan modal, akses pelatihan, hingga kemampuan pemasaran digital.
Menurut Olivia, perempuan Kaimana memiliki potensi besar mengembangkan usaha berbasis pengelolaan sumber daya alam sehingga penguatan kapasitas dan jejaring diperlukan agar usaha mereka berkembang secara berkelanjutan.
Salah satu anggota JUMPPA, Maria Surbay, mengatakan jaringan tersebut membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperluas jejaring dan meningkatkan motivasi dalam mengembangkan usaha.
“Melalui JUMPPA, saya bisa berjejaring dan lebih termotivasi untuk terus melanjutkan usaha kerajinan tangan. Harapannya, JUMPPA tetap konsisten dan berkelanjutan,” ujarnya.
<h2>Pelaku Usaha Perempuan Dibekali Literasi Keuangan</h2>
Anggota JUMPPA juga mengikuti pelatihan literasi keuangan yang mencakup pembukuan sederhana, pengelolaan arus kas, dan akses permodalan agar mampu mengelola keuangan secara lebih terencana.
Kolaborasi EcoNusa dan DP3A Kaimana telah dimulai sejak 26 Maret 2026 melalui kemitraan berbasis komunitas untuk mendampingi dan memperkuat kapasitas pelaku usaha perempuan.
Sebagai tindak lanjut, anggota JUMPPA dijadwalkan mengikuti lokakarya “Kreatif dan Berdaya Saing” pada awal Oktober 2026 dengan fokus pada penguatan kapasitas usaha dan strategi pengemasan produk agar lebih kompetitif di pasar.
- Penulis :
- Gerry Eka




