
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur mendorong pengembangan destinasi wisata yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan melalui penyelenggaraan Green Tourism Festival 2026.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan festival tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga kawasan wisata di wilayahnya tetap hijau.
“Kita sudah berkomitmen hasil akhir (output) dari Green Tourism Festival ini bahwa tempat wisata di Jakarta Timur harus tetap hijau,” kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Festival yang digelar di Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada Minggu (27/9/2026) itu juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pariwisata yang memperhatikan lingkungan, budaya, dan manfaat ekonomi.
Destinasi Wisata Didorong Tetap Hijau
Munjirin mengatakan Jakarta Timur memiliki berbagai potensi wisata yang dapat dikembangkan dan diperkenalkan lebih luas karena sejumlah destinasi belum terpublikasi secara optimal.
“Pengembangan destinasi wisata di Jakarta Timur harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Kita terus gerakkan Jumat Menanam yang terus dilakukan untuk menjaga penghijauan, termasuk di kawasan destinasi wisata,” jelas Munjirin.
Konsep green tourism juga mendorong keterlibatan masyarakat lokal, komunitas budaya dan lingkungan, pelaku usaha, UMKM, serta generasi muda dalam pengembangan pariwisata.
“Semoga pemerintah, masyarakat, komunitas, dunia usaha, dan generasi muda bisa bersama-sama mengembangkan destinasi wisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ucapnya.
Pemkot Jaktim Bidik Festival Jadi Agenda Tahunan
Sejumlah potensi wisata yang dapat dikembangkan antara lain Taman Mini Indonesia Indah, Hutan Kota Cibubur, Kanal Banjir Timur, serta wisata berbasis budaya dan ekowisata di lingkungan permukiman.
Pemkot Jakarta Timur berkomitmen menyelenggarakan Green Tourism Festival secara berkelanjutan dan mendorongnya menjadi agenda tahunan untuk memperkenalkan destinasi wisata kepada masyarakat.
Festival tersebut juga diharapkan mendorong pemanfaatan ruang terbuka hijau sebagai destinasi wisata alternatif sekaligus membuka peluang bagi kreativitas masyarakat, UMKM, dan kegiatan ekonomi yang mendukung pariwisata berkelanjutan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




