HOME  ⁄  Nasional

Minat Riset Murid Melonjak 47 Persen, Kemendikdasmen Siapkan Beasiswa bagi Talenta OPSI 2026

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Minat Riset Murid Melonjak 47 Persen, Kemendikdasmen Siapkan Beasiswa bagi Talenta OPSI 2026
Foto: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti membuka secara resmi Ajang Talenta Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat Nasional 2026 di Jakarta Pusat pada Jumat 25/09/2026 (sumber: Humas Kemendikdasmen)

Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat minat murid terhadap bidang riset dan inovasi tumbuh signifikan pada 2026, terlihat dari jumlah pendaftar Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) yang mencapai 39.300 murid atau meningkat sekitar 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Jumlah pendaftar OPSI 2026 bertambah 12.577 murid dibandingkan 2025 yang tercatat sebanyak 26.723 murid.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pembinaan terhadap talenta di bidang riset harus terus dilakukan meskipun kompetisi OPSI telah berakhir.

Pemerintah menyiapkan sejumlah dukungan bagi murid berprestasi, mulai dari uang pembinaan dan bantuan bagi satuan pendidikan hingga program pengembangan kompetensi melalui Bina Talenta Indonesia.

Pemenang OPSI Berpeluang Raih Beasiswa Talenta Indonesia

Abdul Mu'ti mengatakan para pemenang OPSI mendapatkan kesempatan mengikuti seleksi Beasiswa Talenta Indonesia yang diselenggarakan Kemendikdasmen melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Beasiswa Talenta Indonesia dirancang untuk memberikan pendanaan pendidikan jenjang Sarjana (S1) maupun Sarjana Terapan (D4) di perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Selain beasiswa, murid berprestasi memiliki peluang memanfaatkan jalur prestasi dalam proses masuk perguruan tinggi.

Abdul Mu'ti menegaskan perolehan medali dalam kompetisi bukan akhir perjalanan bagi murid, melainkan dapat membuka kesempatan untuk terus mengembangkan kemampuan dan pengalaman.

“Medali bukan akhir perjalanan. Prestasi hari ini adalah pintu masuk menuju kesempatan berikutnya untuk belajar lebih jauh, mengembangkan talenta, memperoleh pengalaman baru, dan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Bagi sebagian talenta, ini juga menjadi kesempatan membawa nama Indonesia ke panggung internasional,” kata Abdul Mu'ti.

Ia juga meminta peserta tidak hanya memandang OPSI sebagai ajang mengejar prestasi, tetapi menjadikan pengalaman penelitian sebagai bagian dari pembentukan karakter.

“Jadikan OPSI bukan hanya sebagai kesempatan untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun karakter. Karakter adalah fondasi dari setiap prestasi,” ungkapnya.

OPSI Latih Murid Berpikir Kritis dan Sistematis

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikdasmen Suharti mengatakan OPSI memberikan ruang kepada murid untuk mengembangkan rasa ingin tahu serta kemampuan berpikir kritis dan sistematis.

Melalui kegiatan penelitian, murid dilatih menganalisis berbagai persoalan menggunakan data sekaligus membangun gagasan serta menghasilkan karya dan solusi yang kreatif, inovatif, dan bermanfaat.

Pada tingkat nasional, OPSI 2026 diikuti 125 tim finalis dengan jumlah keseluruhan 250 murid yang berasal dari 24 provinsi serta Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Malaysia.

Dari jumlah tersebut, 60 tim berasal dari jenjang SMP/MTs/Sederajat dan 65 tim lainnya berasal dari jenjang SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat.

“Finalis terdiri atas 60 tim jenjang SMP/MTs/Sederajat dan 65 tim jenjang SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat yang berkompetisi dalam berbagai bidang penelitian,” kata Suharti.

Kemendikdasmen Gandeng BRIN Perkuat Pembinaan Riset

Kemendikdasmen terus mengembangkan pembinaan talenta di bidang riset sebagai bentuk dukungan terhadap praktik penelitian di kalangan murid.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama Kemendikdasmen dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kerja sama itu mencakup penyelenggaraan serta pembinaan dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia untuk mendukung pengembangan talenta riset murid secara berkelanjutan.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026