
Pantau - Kementerian Haji dan Umrah memastikan oknum pembimbing ibadah atau muthawif yang menyindir jamaah umrah lanjut usia (lansia) melalui konten yang viral di media sosial telah masuk dalam daftar hitam atau blacklist.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengonfirmasi pemberian sanksi tegas berupa penyetopan izin bagi muthawif yang dinilai melanggar etika pelayanan tersebut.
"Saya sudah sampaikan supaya ada blacklist kepada yang bersangkutan apabila kemudian itu melanggar etika terkait dengan fungsi yang bersangkutan sebagai muthawif yang seharusnya membimbing jamaah haji," kata Dahnil di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Dahnil menegaskan kesabaran merupakan salah satu standar integritas yang wajib dimiliki setiap muthawif dalam melayani jamaah.
Selain memiliki kesabaran, muthawif harus menjalankan fungsi utamanya untuk memberikan bimbingan kepada jamaah selama menjalankan ibadah.
Kemenhaj Tetap Lakukan Klarifikasi
Kendati mengambil langkah tegas, Kementerian Haji dan Umrah tetap mengedepankan proses klarifikasi atau tabayyun sebelum menjatuhkan sanksi administratif secara permanen dalam ekosistem penyelenggara perjalanan.
Muthawif yang bersangkutan akan dipanggil dan dimintai keterangan mengenai peristiwa tersebut sebagai bagian dari proses klarifikasi.
"Tetapi tentu ada tabayyun dulu, dipanggil kemudian diminta keterangan dan sebagainya, saya juga minta pihak kantor urusan haji kita di Saudi dan teman-teman dirjen pengendalian ibadah haji di dalam negeri," ujar Dahnil.
Dahnil juga meminta kantor urusan haji Indonesia di Arab Saudi dan jajaran Direktorat Jenderal Pengendalian Ibadah Haji di dalam negeri menindaklanjuti persoalan tersebut.
Video Sindiran terhadap Jamaah Lansia Viral
Kasus tersebut bermula dari beredarnya video di media sosial yang diunggah seorang muthawif bernama Herman Suryadi Ismail.
Dalam video tersebut, Herman melontarkan sindiran mengenai kondisi fisik jamaah umrah lansia.
Ia juga menyinggung warga Komering, Sumatera Selatan, karena dinilai menunda pelaksanaan ibadah hingga berusia tua dan dalam kondisi sakit-sakitan.
Unggahan itu kemudian menimbulkan kegaduhan dan mendapatkan kecaman dari warganet.
Kegaduhan semakin memanas setelah muthawif tersebut membalas kecaman warganet dengan makian hingga akhirnya memicu tanggapan tegas dari Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak.
- Penulis :
- Shila Glorya




