HOME  ⁄  Nasional

178 Peserta Kegiatan PPDS Unair Alami Gejala, RSUD Dr Soetomo Tunggu Hasil Uji Sampel Makanan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

178 Peserta Kegiatan PPDS Unair Alami Gejala, RSUD Dr Soetomo Tunggu Hasil Uji Sampel Makanan
Foto: Direktur RSUD Dr Soetomo Cita Rosita Sigit Prakoeswa memberikan keterangan kepada wartawan di Surabaya, Selasa 29/9/2026 (sumber: ANTARA/Willi Irawan)

Pantau - RSUD Dr Soetomo Surabaya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan untuk memastikan penyebab gejala yang dialami 178 orang dalam kegiatan prapendidikan (Pradik) Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Airlangga (Unair).

Direktur RSUD Dr Soetomo Cita Rosita Sigit Prakoeswa mengatakan rumah sakit telah menjalankan prosedur investigasi sekaligus memberikan penanganan kepada peserta yang mengalami gejala.

"Jadi sesuai dengan standar rumah sakit, ya kita melakukan investigasi dan melakukan penanganan pada pasien yang bersangkutan. Kemudian, melakukan pemeriksaan atau pengamanan pada dugaan makanan tersebut untuk diperiksa di laboratorium Labkesmas, kemudian BPOM, dan Polda," kata Cita.

Pemeriksaan sampel makanan melibatkan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Polda.

Sebanyak 178 Orang Dilaporkan Mengalami Gejala

Kegiatan Pradik PPDS tersebut diikuti 289 peserta dengan 178 orang dilaporkan mengalami gejala pada Senin, 28 September.

Sebanyak 178 orang tersebut terdiri atas 172 peserta PPDS dan enam tenaga cleaning service.

Enam orang sempat menjalani observasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr Soetomo, sementara sebagian di antaranya kemudian diperbolehkan pulang, termasuk satu tenaga cleaning service.

Cita menegaskan munculnya gejala setelah peserta mengonsumsi makanan belum dapat menjadi dasar untuk memastikan makanan tertentu sebagai penyebab kejadian.

"Namanya dugaan belum pasti, ya. Jadi dugaan itu adalah ada gejala, kemudian ada makanan yang dimakan, kemungkinan itu dugaan, dan tentu kita menunggu hasil dari laboratorium," ujar Cita.

Kegiatan Pradik PPDS berlangsung di RSUD Dr Soetomo karena rumah sakit tersebut merupakan Rumah Sakit Pendidikan Utama Universitas Airlangga.

Makanan peserta disediakan Fakultas Kedokteran Unair melalui penyedia atau vendor dari luar kampus.

Menurut Cita, peserta mengikuti kegiatan berdasarkan jadwal sehingga tidak terdapat konsumsi makanan lain di luar makanan yang disediakan selama kegiatan tersebut.

Namun, tidak seluruh peserta mengonsumsi jenis makanan yang sama karena terdapat peserta dengan pola makan tertentu, termasuk vegetarian.

"Kalau yang vegetarian malah aman cuma makan telur sama nasi sama sayur. Jadi ya mungkin, mungkin itu daging, tapi tentu saja kita tidak bisa memastikan sebelum ada laboratorium," ungkap Cita.

Unair Pastikan Proses Akademik Tetap Berlanjut

Universitas Airlangga memastikan kondisi peserta PPDS menjadi prioritas setelah munculnya dugaan kejadian keracunan tersebut.

Koordinator Bidang Media dan Branding Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol (PHMP) Unair Gesang Manggala Nugraha Putra mengatakan universitas juga berupaya memastikan proses pendidikan peserta tidak terganggu.

Kegiatan Pradik yang semula dijadwalkan berlangsung hingga 2 Oktober untuk sementara diliburkan pada hari terjadinya kejadian tersebut.

Keputusan mengenai kelanjutan kegiatan Pradik akan dibahas lebih lanjut oleh pimpinan Universitas Airlangga.

"Kami memastikan bahwa proses akademik pasti akan berlanjut dan kami akan memfasilitasi seluruh mahasiswa PPDS agar proses akademiknya tidak sampai terhambat," kata Gesang.

Unair juga belum mengambil kesimpulan mengenai sumber dugaan keracunan maupun langkah lanjutan terhadap penyedia makanan karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

"Kami dari Humas Universitas Airlangga belum mendapatkan informasi terkait dengan tindak lanjut yang dilakukan kepada penyedia, nggih. Tapi, tentunya kami juga tidak berani mengambil langkah gegabah, kami akan tetap menunggu hasil laboratorium," ujar Gesang.

Gesang meminta seluruh pihak tidak menyimpulkan penyebab kejadian sebelum hasil pemeriksaan tersedia.

"Jadi memang bijaknya kita semua menahan diri, menunggu hasil yang objektif dari laboratorium," tegasnya.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026