HOME  ⁄  Nasional

Diplomasi Parlemen Indonesia-Tailan Diperkuat, Kerja Sama Agrikultur dan Perdagangan Jadi Fokus

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Diplomasi Parlemen Indonesia-Tailan Diperkuat, Kerja Sama Agrikultur dan Perdagangan Jadi Fokus
Foto: (Sumber :Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI–Tailan Alien Mus menerima kunjungan Secretary-General of King Prajadhipok’s Institute Prof. Dr. Issara Sereewatthanawut di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (29/9/2026). Foto: Mentari/jk.)

Pantau - Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI membahas penguatan kerja sama Indonesia dan Tailan di sektor agrikultur, perdagangan, industri, hingga pertukaran kebijakan bersama Secretary-General of King Prajadhipok’s Institute Prof. Dr. Issara Sereewatthanawut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI–Tailan Alien Mus mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kedua negara yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

“Kerjasamanya tentunya, pastinya karena kita memang negara tetangga yang paling dekat,” ujar Alien.

Agrikultur dan Perdagangan Jadi Perhatian

Alien mengatakan agrikultur menjadi salah satu sektor yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama Indonesia dan Tailan.

Sejumlah komoditas yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut antara lain beras, kelapa sawit, dan sutra.

“Dan juga kita banyak sekali berurusan dengan agrikultur, khususnya soal beras. Terus juga tadi, kelapa sawit atau juga dengan sutra. Dan juga produk-produk Indonesia lain dan Tailan yang lainnya yang kita bisa kerja sama,” katanya.

Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut mengatakan hubungan kedua negara juga dapat diperkuat melalui perdagangan berbagai produk Indonesia dan Tailan.

Menurut Alien, Tailan menjadi salah satu negara tujuan ekspor Indonesia, sementara hubungan perdagangan kedua negara juga berlangsung melalui kegiatan ekspor dan impor berbagai produk.

“Sudah 76 tahun kerja sama antara Indonesia dan Tailan. Dan ini bukan salah satu hubungan yang pendek, tapi juga ini udah panjang,” katanya.

Parlemen Dorong Pertukaran Kebijakan

Alien mengatakan diplomasi parlemen juga dapat membuka ruang bagi kedua negara untuk saling mempelajari pengalaman dalam penyusunan kebijakan dan regulasi.

“Jadi kita melakukan kerja sama yang baik, sehingga dua negara ini tetap menjalin hubungan yang baik, baik dari produk mereka ke kita, kita ke mereka. Ataupun juga peraturan atau law yang diadopsi dari Tailan ke Indonesia,” tuturnya.

Pertukaran tersebut diharapkan dapat memperluas hubungan Indonesia dan Tailan di luar kerja sama perdagangan.

Sementara itu, Issara Sereewatthanawut mengatakan kunjungannya ke DPR RI merupakan bagian dari upaya memperkuat kembali hubungan antara Indonesia dan Tailan.

Issara juga mengundang anggota GKSB DPR RI untuk berkunjung ke Tailan pada November mendatang sebagai kesempatan bertukar pengalaman di sejumlah sektor, termasuk industri dan agrikultur.

“Kami berharap bahwa hubungan selama 70 tahun antara Tailan dan Indonesia bisa dikuatkan, tidak hanya dari bagian eksekutif, tetapi juga melalui diplomasi parlemen,” ujar Issara.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari diplomasi parlemen BKSAP DPR RI untuk memperluas kerja sama Indonesia dan Tailan melalui hubungan antarlembaga serta pertukaran pengalaman di berbagai sektor.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026