HOME  ⁄  Nasional

Gibran Menerima Jemaat GKPI Rajeg dan Mendengarkan Aspirasi soal Keamanan Beribadah

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Gibran Menerima Jemaat GKPI Rajeg dan Mendengarkan Aspirasi soal Keamanan Beribadah
Foto: Wapres Gibran Rakabuming saat bertemu perwakilan GKPI Rajeg di Istana Wapres, Jakarta, Rabu 30/9/2026 (sumber: BPMI Setwapres)

Pantau - Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima perwakilan jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Rajeg di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (30/9/2026), setelah sebelumnya kegiatan ibadah jemaat tersebut mengalami pembubaran di Kabupaten Tangerang, Banten.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk mendengarkan secara langsung aspirasi jemaat GKPI Rajeg, terutama mengenai keamanan dan kenyamanan dalam menjalankan ibadah.

Pendeta GKPI Rajeg Hadi Sucipto Pakpahan menyampaikan apresiasi atas perhatian Wapres terhadap kondisi yang dialami jemaatnya.

“Tentunya arahan dari Pak Wapres supaya jemaat juga tetap tenang, tetap bersukacita, dan juga boleh tetap menjaga kekondusifan di tengah-tengah masyarakat. Lalu kemudian juga kami tetap diarahkan supaya boleh tetap beribadah dengan nyaman,” kata Hadi.

Berdasarkan keterangan Hadi, Wapres meminta jemaat tetap tenang, menjaga kondisi masyarakat tetap kondusif, serta menjalankan ibadah dengan nyaman.

“Dan tentunya saya sangat bersyukur kalau Pak Wapres memiliki perhatian yang penuh. Artinya, Pak Wapres juga peduli ya dengan apa yang dialami oleh jemaat GKPI Rajeg, dan tentunya arahan-arahan yang diberikan ya supaya kami tetap semangat, supaya kami juga tetap mengutamakan kerukunan dalam umat beragama,” ungkap Hadi.

Jemaat Menyampaikan Aspirasi soal Perizinan

Penyelesaian persoalan yang dihadapi jemaat diharapkan tetap mengedepankan kerukunan antarumat beragama.

Jemaat juga akan memperhatikan ketentuan perizinan yang berlaku serta membangun komunikasi dengan masyarakat sekitar.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan GKPI Rajeg turut menyampaikan aspirasi mengenai proses perizinan tempat ibadah agar dapat diurus sesuai peraturan yang berlaku.

“Dan seperti yang saya katakan tadi, pendekatan terhadap masyarakat sekitar supaya kita menjaga silaturahmi ke depannya,” kata Hadi.

Pembubaran Ibadah Berujung Mediasi

Persoalan bermula ketika kegiatan ibadah GKPI Rajeg di Kabupaten Tangerang, Banten, dibubarkan pada Minggu (20/9).

ANTARA melaporkan sekelompok orang mendatangi rumah yang digunakan untuk beribadah dan meminta kegiatan tersebut dihentikan karena diklaim tidak memiliki izin.

Dalam kejadian tersebut, terdapat seorang individu yang membawa senjata tajam.

Setelah kejadian, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang bersama sejumlah pihak menggelar mediasi untuk menyelesaikan persoalan.

Mediasi tersebut dihadiri antara lain Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, unsur Kementerian Agama, kepolisian, Muspika Rajeg, Forum Kerukunan Umat Beragama, tokoh masyarakat, serta pengurus rumah doa.

Hasil mediasi antara masyarakat dan perwakilan jemaat mengarah pada penyelesaian melalui musyawarah dan upaya menjaga kerukunan antarumat beragama.

Individu yang membawa senjata tajam dalam kejadian tersebut kemudian menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya.

Pemerintah daerah bersama unsur terkait turut memfasilitasi tempat ibadah sementara bagi jemaat sambil menunggu penyelesaian proses perizinan resmi.

Pemerintah Kabupaten Tangerang kemudian memindahkan sementara kegiatan ibadah jemaat GKPI Rajeg ke Pasar Kemis.

Pertemuan dengan Wapres menjadi bagian dari tindak lanjut aspirasi jemaat terkait keamanan dan kenyamanan beribadah, proses perizinan, kerukunan antarumat beragama, serta hubungan dengan masyarakat sekitar.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026