HOME  ⁄  Nasional

Hari Kesaktian Pancasila Ingatkan Penerapan Nilai Kebangsaan dalam Kehidupan Sehari-hari

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Hari Kesaktian Pancasila Ingatkan Penerapan Nilai Kebangsaan dalam Kehidupan Sehari-hari
Foto: (Sumber :Pelajar menghadap ke arah foto pahlawan revolusi saat mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Pendopo Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (1/10/2026). Dalam upacara itu, Wakil Bupati Batang Suyono mengajak seluruh peserta upacara dari ASN, TNI, Polri, pelajar dan masyarakat untuk mengenang jasa para pahlawan serta diharapkan dapat mengamalkan dan melaksanakan nilai-nilai pancasila di kehidupan sehari-hari. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/agr.)

Pantau - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober menjadi momentum untuk melihat penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari toleransi antarumat beragama, menjaga adab di media sosial, hingga membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Dadan menyoroti bahwa Pancasila tidak hanya dapat ditempatkan dalam kegiatan seremonial dan pidato kebangsaan, tetapi juga diwujudkan melalui kebiasaan masyarakat.

Menurut dia, tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi bentuk penerapan nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila.

Toleransi hingga Menjaga Adab di Media Sosial

Salah satu contoh yang disampaikan adalah mengecilkan volume televisi ketika tetangga sedang menjalankan ibadah.

Tindakan tersebut menggambarkan toleransi melalui kesediaan menghormati ruang dan keyakinan orang lain tanpa harus dituangkan dalam pernyataan formal.

Dadan mengaitkan kebiasaan tersebut dengan penerapan sila pertama yang menghormati keberadaan keyakinan berbeda di tengah masyarakat.

Penerapan nilai kemanusiaan juga digambarkan melalui aktivitas masyarakat di media sosial.

Menurut Dadan, keputusan untuk tidak mengirim komentar kasar kepada orang lain dapat menjadi tindakan sederhana dalam menjaga adab dan menghormati sesama.

"Peradaban manusia sesekali bertahan bukan karena orang-orangnya tahu apa yang harus dikatakan, melainkan karena sebagian dari mereka tahu apa yang sebaiknya tidak dikatakan," tulis Dadan.

Ia menilai media sosial turut memperlihatkan tantangan dalam menjaga adab ketika interaksi dilakukan tanpa pertemuan langsung dengan orang lain.

Persatuan Dapat Tumbuh dari Lingkungan Terdekat

Nilai Persatuan Indonesia juga dapat diterapkan dalam aktivitas ekonomi sederhana di lingkungan masyarakat.

Dadan mencontohkan kebiasaan membeli kebutuhan dari warung milik tetangga sebagai transaksi kecil yang turut membantu keberlangsungan kehidupan ekonomi masyarakat sekitar.

Menurut dia, kehidupan sebuah bangsa tidak hanya dibangun melalui pertumbuhan ekonomi, gedung pencakar langit, atau perusahaan besar, tetapi juga melalui jutaan transaksi kecil masyarakat.

"Membeli dari tetangga bukanlah revolusi dan menjaga persatuan memang tidak selalu revolusioner. Pengejawantahan 'Persatuan' kadang-kadang hanya dengan membuat orang di sebelah rumah tidak merasa ditinggalkan," tulisnya.

Dadan juga menyoroti interaksi dalam grup keluarga sebagai salah satu ruang tempat perbedaan pandangan, termasuk mengenai isu politik, kerap muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan demikian menjadi ruang refleksi mengenai penerapan nilai Pancasila melalui tindakan sehari-hari di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun ruang digital.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026