
Pantau - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menggalang dukungan negara-negara anggota International Civil Aviation Organization (ICAO) terhadap pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan ICAO Part III periode 2026–2028.
Dudy telah menyampaikan secara langsung pencalonan Indonesia kepada para duta besar dan perwakilan negara anggota ICAO yang berkedudukan di Jakarta melalui sebuah resepsi diplomatik.
Dalam kesempatan tersebut, Dudy menegaskan langkah strategis Indonesia untuk memperkuat peran dan kontribusi dalam tata kelola penerbangan sipil internasional.
“Menjadi anggota ICAO, merupakan kesempatan yang baik untuk melayani, berkontribusi, dan bersinergi lebih erat dengan komunitas internasional dalam membentuk masa depan penerbangan sipil global yang aman, tangguh, berkelanjutan, dan inklusif bagi semua negara,” ungkap Dudy.
Indonesia Pernah Duduki Dewan ICAO Selama 12 Periode
Menurut Dudy, penerbangan sipil tidak hanya berfungsi sebagai moda transportasi, tetapi juga berperan dalam menghubungkan masyarakat, memfasilitasi perdagangan dan pariwisata, serta mempererat hubungan antarnegara.
Sektor penerbangan juga menjadi salah satu penggerak pembangunan ekonomi dan sosial, terutama bagi Indonesia yang memiliki wilayah kepulauan luas.
“Sebagai negara kepulauan dengan ribuan pulau yang tersebar di wilayah geografis yang luas, sistem penerbangan yang aman, terjamin, efisien, dan berkelanjutan sangatlah penting untuk menghubungkan masyarakat serta mendukung pembangunan nasional kita,” kata Dudy.
Indonesia mengedepankan kemitraan dengan ICAO sekaligus hubungan persahabatan dengan seluruh negara anggota organisasi penerbangan sipil internasional tersebut.
Indonesia memiliki pengalaman menjadi anggota Dewan ICAO selama 12 periode berturut-turut pada 1962 hingga 2001.
Jumlah anggota Dewan ICAO saat ini telah bertambah dari sebelumnya 36 negara menjadi 40 negara sehingga dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk kembali menjadi anggota dan memberikan kontribusi di tingkat global.
Indonesia Catat 43,4 Juta Penumpang hingga Semester I 2026
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara hingga semester pertama 2026, penerbangan Indonesia telah melayani 24,9 juta penumpang domestik dan 18,5 juta penumpang internasional.
Pelayanan penerbangan tersebut berlangsung melalui 257 bandar udara dengan jaringan yang mencakup 297 rute domestik dan 160 rute internasional.
Jaringan penerbangan Indonesia dilayani oleh 14 maskapai nasional dan 59 maskapai asing.
Dari aspek keselamatan, audit ICAO Universal Safety Oversight Audit Programme (USOAP) mencatat tingkat effective implementation Indonesia sebesar 78,85 persen.
Capaian tersebut berada di atas rata-rata global sebesar 70,6 persen dan rata-rata kawasan Asia Pasifik sebesar 69,6 persen.
Dalam audit keamanan penerbangan ICAO USAP, Indonesia mencatatkan capaian 88,53 persen atau berada di atas target global sebesar 75 persen.
Dudy menegaskan komitmen Indonesia terhadap keberlanjutan penerbangan sipil internasional sekaligus meminta dukungan negara-negara anggota ICAO agar Indonesia kembali memperoleh kepercayaan menjadi anggota Dewan ICAO periode 2026–2028.
- Penulis :
- Shila Glorya




