HOME  ⁄  Nasional

Pemkab Bogor Lantik Lima Pejabat Eselon II, Rudy Susmanto Tegaskan Seleksi Berjalan Transparan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemkab Bogor Lantik Lima Pejabat Eselon II, Rudy Susmanto Tegaskan Seleksi Berjalan Transparan
Foto: Bupati Bogor Rudy Susmanto melantik sejumlah pejabat lingkungan Pemkab Bogor di Sekretariat Daerah (Setda), Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis 1/10/2026 (sumber: Humas Pemkab Bogor)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melantik lima pejabat eselon II atau pejabat pimpinan tinggi pratama setelah mereka menjalani rangkaian seleksi pengisian jabatan di lingkungan pemerintah daerah.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pengisian jabatan dilakukan melalui proses seleksi dan penilaian terhadap kemampuan masing-masing aparatur sipil negara (ASN).

"Pemerintah Kabupaten Bogor tentunya semangat transparansi terus kita junjung tinggi," kata Rudy seusai pelantikan pejabat di Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Cibinong, Kamis.

Lima Pejabat Isi Posisi Strategis Pemkab Bogor

Lima pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik menempati sejumlah posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Agung Surachman Ali dilantik sebagai Asisten Administrasi Umum.

Trian Turangga dilantik sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan.

Achmad Wildan dilantik sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Titi Sugiarti dilantik sebagai Kepala Dinas Kebudayaan.

Gantara Lenggana dilantik sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan.

Rudy menjelaskan proses seleksi pengisian jabatan tersebut melibatkan tim akademisi dari perguruan tinggi.

Tahapan wawancara terhadap peserta seleksi turut melibatkan berbagai unsur, yakni pemerintah daerah, DPRD Kabupaten Bogor, praktisi, dan akademisi.

Hasil penilaian dari seluruh tahapan kemudian digabungkan dan digunakan sebagai dasar menentukan ASN yang dinilai memiliki kemampuan untuk menduduki jabatan tertentu.

Setelah proses seleksi selesai, Pemerintah Kabupaten Bogor menjalankan tahapan berikutnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk meminta persetujuan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Setelah kita menentukan siapa dari hasil seleksi tersebut, tentunya ketentuan peraturan perundang-undangan kami tempuh. Salah satunya adalah kami meminta persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara," ujar Rudy.

Empat Camat Baru Turut Dilantik

Selain lima pejabat pimpinan tinggi pratama, Pemerintah Kabupaten Bogor juga melantik puluhan pejabat untuk mengisi sejumlah posisi pada perangkat daerah dan kecamatan.

Berdasarkan dokumen keputusan Bupati Bogor, terdapat empat pejabat yang dilantik sebagai camat baru.

Andri Rahman dilantik sebagai Camat Sukamakmur.

Gogo Badarudin dilantik sebagai Camat Jonggol.

Denny Kuswara dilantik sebagai Camat Ciawi.

Rizky Widyanto dilantik sebagai Camat Leuwiliang.

Pelantikan tersebut juga mencakup pejabat hasil seleksi terbuka pada Dinas Kebudayaan serta Dinas Pertanahan dan Tata Ruang.

Sebanyak 10 pejabat tercatat dalam keputusan tersebut dengan posisi mulai dari sekretaris dinas, kepala bidang, kepala subbagian, hingga pejabat unit pelaksana teknis.

Tiga Jabatan Pimpinan Tinggi Masih Kosong

Rudy mengatakan masih terdapat tiga jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor yang belum terisi.

Proses pengisian ketiga jabatan tersebut sedang berlangsung melalui mekanisme asesmen maupun seleksi terbuka.

Salah satu posisi yang masih kosong adalah Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang.

Rudy menjelaskan pengisian jabatan Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang masih harus melalui sejumlah tahapan dan perizinan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kalau hanya sekadar melantik, kita tidak bisa melakukan hal seperti itu. Ketentuan peraturan perundang-undangannya harus kami tempuh," kata Rudy.

Rudy berharap mekanisme seleksi tersebut memberikan kesempatan kepada seluruh ASN Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menunjukkan kemampuan, ide, dan gagasan, baik yang bertugas di perangkat daerah maupun tingkat kecamatan dan kelurahan.

Ia juga mengatakan sebagian besar pejabat yang dilantik tidak mempunyai kedekatan pribadi dengannya maupun jajaran pimpinan Pemerintah Kabupaten Bogor.

"Sebanyak 98 persen itu tidak kenal secara pribadi. Tapi kita melihat orang-orang ini punya kemampuan, punya potensi," ujar Rudy.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026