
Pantau - Universitas Indonesia (UI) menerjunkan tim odontologi forensik dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG UI) untuk membantu proses identifikasi korban tragedi KM Virgo Transport 8.
Tim tersebut terlibat dalam operasi Disaster Victim Identification (DVI) yang diselenggarakan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalimantan Selatan bersama Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Banjarmasin.
Penanggung jawab Tim Odontologi Forensik FKG UI, drg. Nurtami, mengatakan tim bertugas melakukan identifikasi primer melalui pemeriksaan data gigi korban.
Data Gigi Korban Dicocokkan
"Kami melakukan pemeriksaan gigi geligi temuan post-mortem yang mencakup pencatatan odontogram, dokumentasi, identifikasi ciri khusus, estimasi usia, serta pencatatan karakteristik odontologis lainnya yang dapat mendukung proses identifikasi," ujar drg. Nurtami.
Selain pemeriksaan post-mortem, tim mengumpulkan dan mengevaluasi data gigi korban semasa hidup atau ante-mortem, mulai dari rekam medis dan radiografi gigi hingga foto profil wajah yang memperlihatkan gigi serta ciri khusus odontologis lainnya.
Data tersebut dihimpun dari keluarga atau kerabat korban, dokter gigi, hingga fasilitas pelayanan kesehatan yang pernah merawat korban.
Hasil pemeriksaan data gigi post-mortem kemudian dicocokkan dengan data ante-mortem untuk mendapatkan identifikasi positif terhadap korban.
Hingga Jumat (2/10/2026), sebanyak 47 jenazah telah teridentifikasi melalui metode primer berupa sidik jari dan data gigi serta metode sekunder berupa data medis dan properti korban.
FKG UI Libatkan Mahasiswa dan Alumni
Tim Odontologi Forensik FKG UI yang terlibat terdiri atas mahasiswa Program Studi Dokter Gigi Spesialis Odontologi Forensik FKG UI, yakni Dr. drg. Linda Yuliati, M.H., drg. Miky Raja Manullang, dan drg. M.A. Majedi, M.H.
Alumni program studi, drg. Ferdy Rijaldi, M.H., Sp.OF., juga bergabung dalam operasi tersebut dengan dukungan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI melalui Program UI Peduli.
Selama bertugas, tim bekerja bersama RS Bhayangkara Tk. III Banjarmasin, Tim DVI Biddokkes Polda Kalimantan Selatan, Bidang Odontologi Kepolisian (Bidodontopol), dan Pusat Identifikasi Polri (Pusident).
Operasi identifikasi juga melibatkan FKG Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Ikatan Alumni FKG ULM, RSGM Gusti Hasan Aman, serta dokter spesialis forensik medikolegal.
Dekan FKG UI Prof. drg. Lisa Rinanda Amir mengatakan keterlibatan sivitas akademika dalam operasi tersebut merupakan penerapan keilmuan kedokteran gigi untuk kepentingan kemanusiaan.
“Keterlibatan FKG UI dalam operasi DVI ini menjadi bentuk nyata kontribusi keilmuan kedokteran gigi untuk mendukung proses identifikasi korban secara ilmiah dan membantu keluarga memperoleh kepastian,” ujar Prof. Lisa.
UI menyatakan akan terus menerapkan kompetensi Odontologi Forensik dalam penanganan situasi kebencanaan serta bekerja sama dengan kepolisian, rumah sakit, dan tenaga forensik agar proses identifikasi korban berjalan terpadu.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




