
Pantau - Koalisi Arab menuduh kelompok Houthi menyerang sebuah gardu listrik di Madinah, Arab Saudi, menggunakan pesawat nirawak pada Selasa, 29 September 2026, sementara Houthi membantah tuduhan tersebut.
"Investigasi dan bukti yang dikumpulkan oleh otoritas terkait telah mengonfirmasi keterlibatan kelompok milisi Houthi dalam merencanakan dan melaksanakan tindakan tersebut berdasarkan evaluasi setelah kejadian dan puing-puing pesawat nirawak yang digunakan," kata Juru Bicara Koalisi Arab Mayor Jenderal Turki Al Malki, Kamis, 1 Oktober 2026.
Menurut Al Malki, insiden yang terjadi sekitar pukul 05.11 waktu setempat itu menyebabkan salah satu transformator di gardu listrik mengalami kerusakan.
Ia menyatakan jaringan listrik tidak terdampak akibat insiden tersebut.
Koalisi Sebut Fasilitas Sipil Jadi Sasaran
Al Malki mengatakan gardu listrik yang terdampak merupakan fasilitas sipil yang memasok listrik ke Masjid Nabawi di Madinah.
Sementara itu, Juru Bicara Houthi membantah tuduhan Koalisi Arab tersebut dan menyebutnya sebagai kebohongan yang tidak berkaitan dengan kenyataan, menurut kantor berita Saba.
Dengan demikian, klaim mengenai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut berbeda antara Koalisi Arab dan Houthi.
Turki Kecam Serangan dan Serukan Penghentian
Kementerian Luar Negeri Turki turut mengecam serangan yang dituduhkan kepada Houthi dan menyerukan agar tindakan semacam itu segera dihentikan tanpa syarat.
"Serangan provokatif ini, yang mengancam kedaulatan dan keamanan Arab Saudi serta menargetkan warisan suci dunia Islam, harus segera dan tanpa syarat dihentikan. Kami menegaskan kembali dukungan kuat kami kepada Arab Saudi dan menekankan perlunya menahan diri dari langkah-langkah yang dapat semakin meningkatkan ketegangan di kawasan," kata kementerian tersebut.
Konflik militer antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali berlangsung pada pertengahan Juli 2026 setelah jeda selama empat tahun.
Selama periode tersebut, Houthi disebut berhasil menguasai seluruh pesisir barat Laut Merah dan sejumlah kota di dekat Selat Bab al-Mandab.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




