HOME  ⁄  Nasional

Titiek Soeharto Sebut Stok Beras Capai 4,8 Juta Ton dan Produksi Dalam Negeri Tanpa Impor

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Titiek Soeharto Sebut Stok Beras Capai 4,8 Juta Ton dan Produksi Dalam Negeri Tanpa Impor
Foto: (Sumber :Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto berdialog langsung dengan para pemilik kios dan pedagang saat melakukan peninjauan di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Jumat (2/10/2026). Foto: Puntho/jk.)

Pantau - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto menyebut cadangan beras nasional mencapai 4,8 juta ton dengan pasokan yang dinilai mencukupi serta harga relatif stabil berdasarkan peninjauan di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Titiek menyampaikan hal tersebut setelah Komisi IV DPR meninjau gudang penyimpanan serta berdialog dengan pedagang dan pemilik kios untuk mengecek ketersediaan, harga, kualitas, dan distribusi beras.

“Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa stok berasnya cukup, ada, aman, dan harganya juga stabil serta terjangkau oleh masyarakat,” ujar Titiek Soeharto.

Cadangan Beras Disebut Capai 4,8 Juta Ton

Titiek mengatakan pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang berasal dari berbagai daerah sentra produksi, termasuk Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Menurut dia, ketersediaan stok yang mencapai 4,8 juta ton diharapkan dapat membantu menjaga harga beras tetap terkendali.

“Jadi tidak usah khawatir bahwa kita akan kelangkaan beras. Kalau stoknya banyak berarti harganya bisa terkendali, tidak fluktuasi, tidak bisa diatur lagi. Yang penting gak ada sekarang orang-orang yang bisa atur-atur harga beras sampai beras bisa harganya bisa tinggi sehingga tidak terjangkau oleh konsumen,” tandas Titiek Soeharto.

Titiek juga menyatakan pasokan beras saat ini mengandalkan produksi dalam negeri tanpa impor.

“Yang penting kita ini nggak impor lagi. Semuanya sudah diproduksi dalam negeri. Ini alhamdulillah, dan dengan produksi yang sekian banyak berarti petani kita maju dan mudah-mudahan bisa makmur ke depannya,” terang Titiek Soeharto.

Komisi IV Soroti Distribusi dan Kualitas Beras

Berdasarkan peninjauan ke sejumlah kios, Titiek menilai beras yang dipasarkan memiliki kualitas dan variasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Komisi IV DPR juga menyoroti pentingnya distribusi beras dari produsen dan Bulog menuju pasar hingga pengecer agar berjalan efektif dan efisien.

“Kita memastikan beras ini didistribusikan dari produsen ke dan juga dari Bulog ke pasar itu secara efektif dan efisien, dan dari situ disalurkan lagi ke pengecer-pengecer dan juga nanti sampai ke masyarakat konsumen dengan harga yang terjangkau, harga yang baik, kemudian kualitas yang baik juga,” ungkap Titiek Soeharto.

Titiek turut menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog, buruh angkut, serta pemilik kios di Pasar Induk Beras Cipinang yang terlibat dalam distribusi pangan.

“Kepada Bapak Ibu yang kerja di sini, para buruh-buruh angkut, para pemilik kios-kios, kami doakan semoga sehat walafiat dan tetap kerja keras untuk memajukan Indonesia,” pungkas Titiek.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026