
Pantau - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak ASN Kementerian Agama, tenaga pendidik, tokoh agama, hingga santri menjadi agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk membantu pendataan dan memastikan bantuan sosial tepat sasaran.
Ajakan tersebut disampaikan di tengah upaya pemerintah melakukan pendataan penerima bantuan sosial agar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Mari bergerak bantu sesama. Jangan biarkan ada tetangga kita yang terpuruk karena kemiskinan ekstrem, sakit, atau putus sekolah tanpa ada perhatian dari kita,” ujar Menag dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Agen Perlinsos diharapkan dapat membantu warga di lingkungan masing-masing sekaligus mendukung program perlindungan sosial nasional.
Jajaran Kemenag Diminta Aktif Dampingi Masyarakat
Nasaruddin mengatakan kepedulian sosial merupakan panggilan iman sekaligus bentuk persaudaraan yang diajarkan seluruh agama.
Ia mendorong guru, dosen, penyuluh, penghulu, pembimbing masyarakat, kiai, dan santri untuk berperan sebagai agen Perlinsos serta mendampingi masyarakat dalam proses pendataan.
Menag juga meminta pelaksanaan program tersebut dilakukan dengan landasan ikhlas, jujur, dan penuh dedikasi untuk menjaga kemaslahatan masyarakat serta martabat kemanusiaan.
Kemenag Andalkan Jejaring Penyuluh dan Penghulu
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan Kementerian Agama memiliki posisi strategis dalam menyosialisasikan program Perlinsos karena mempunyai jejaring yang menjangkau masyarakat luas.
Kemenag tercatat membina sekitar 38 ribu penyuluh agama dan 13 ribu penghulu yang dapat dilibatkan dalam program tersebut.
“Selain itu, juga ada para guru, guru madrasah, kemudian juga ormas keagamaan, majelis taklim, termasuk juga para takmir dan imam masjid dan kiai yang sangat potensial untuk membantu Kementerian Agama mempercepat registrasi perlindungan sosial,” kata dia.
- Penulis :
- Aditya Yohan




