HOME  ⁄  Nasional

UMI Siapkan Tim Multidisiplin untuk Perkuat Konsorsium Penanganan Tuberkulosis

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

UMI Siapkan Tim Multidisiplin untuk Perkuat Konsorsium Penanganan Tuberkulosis
Foto: (Sumber :Suasana Rapat Koordinasi LLDIKTI IX yang fokus membahas pembentukan Konsorsium TB di Makassar, Sulsel. ANTARA/HO-UMI.)

Pantau - Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menyiapkan tim multidisiplin untuk memperkuat Konsorsium Tuberkulosis (TB) sebagai bagian dari keterlibatan perguruan tinggi dalam penanganan penyakit tersebut.

Rektor UMI Prof Dr Hambali Thalib mengatakan penanganan TB membutuhkan pendekatan lintas disiplin dengan mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami mengapresiasi kepercayaan LLDIKTI IX kepada UMI. Untuk program penuntasan TB ini, UMI siap menerjunkan tim multidisiplin," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX di Makassar, Sulawesi Selatan.

Menurut data WHO yang dikutip dalam keterangan tersebut, Indonesia termasuk negara dengan beban TB tinggi dan menyumbang sekitar 10 persen kasus global pada 2024.

UMI Libatkan Sejumlah Fakultas

Hambali mengatakan Fakultas Kedokteran dapat menjadi leading sector dalam tim multidisiplin yang disiapkan UMI.

Fakultas Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Ekonomi, Teknik, dan disiplin ilmu lainnya juga akan dilibatkan sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.

“Kita harus berbasis data. Apakah faktor utama TB di suatu wilayah murni kesehatan, lingkungan, atau genetik. Inilah wujud nyata UMI sebagai kampus berdampak yang hadir memberi solusi bagi bangsa," katanya.

Pendekatan berbasis data dinilai diperlukan untuk memahami persoalan TB secara menyeluruh sehingga hasil kajian dapat menjadi dasar menentukan intervensi sesuai kondisi setiap wilayah.

Konsorsium Akan Bersinergi dengan Tiga Kementerian

Pelaksana Tugas Kepala LLDIKTI IX Prof dr Budu mengatakan Konsorsium Berantas TB akan bersinergi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

Kolaborasi perguruan tinggi di bawah LLDIKTI IX diarahkan menjadi bagian dari gerakan penanganan TB dengan cakupan nasional.

“Indonesia saat ini berada di peringkat kedua kasus TB dunia. Melalui kolaborasi perguruan tinggi di bawah naungan LLDIKTI IX, kita membentuk gerakan berskala nasional,” katanya.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026