
Pantau - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mendorong mahasiswa dan alumni Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan yang ingin bekerja di luar negeri meningkatkan kompetensi sesuai standar internasional melalui fasilitas Migrant Center.
"Fasilitas ini dapat menjadi ruang bagi mahasiswa dan alumni untuk memperoleh informasi yang benar mengenai peluang kerja di luar negeri, memahami persyaratan dan prosedur penempatan, serta mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan," kata Mukhtarudin saat meninjau Migrant Center Poltekkes Kementerian Kesehatan di Denpasar, Bali, Jumat (2/10/2026).
Mukhtarudin berharap lulusan pendidikan vokasi kesehatan Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja di luar negeri, tetapi juga membawa nama baik pendidikan dan tenaga kesehatan Indonesia di tingkat global.
Kemenkes Miliki Kerja Sama dengan Sejumlah Negara
Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kementerian Kesehatan Yuli Farianti mengatakan Kemenkes memiliki 38 Poltekkes yang tersebar di 34 provinsi.
Menurut Yuli, lulusan Poltekkes memiliki peluang bekerja di luar negeri melalui kerja sama antarpemerintah atau government to government (G-to-G).
"Kementerian Kesehatan telah mempunyai MoU G-to-G dengan beberapa negara, yaitu Jerman, Jepang, Arab Saudi, Singapura, Qatar, Australia, termasuk Inggris," kata Yuli.
Jepang menjadi salah satu negara yang menyerap cukup banyak lulusan Poltekkes, terutama sebagai tenaga pengasuh atau kaigo.
Namun, Yuli berharap lulusan D3 dan D4 bidang kesehatan dapat diarahkan ke pekerjaan sebagai perawat yang sesuai dengan jenjang pendidikan dan kompetensi mereka.
"Kami berharap anak-anak kami tidak terlalu banyak yang ke kaigo. Kalau kaigo, sebenarnya cukup lulusan SMA atau SMK; tetapi kalau (lulusan) D3 atau D4, kami berharap masuknya adalah ke ners," kata Yuli.
Migrant Center Akan Diintegrasikan
Kementerian Kesehatan juga terus mengembangkan Bali Overseas Nursing Center (BONC) di Denpasar menjadi Global Career Center untuk memperkuat persiapan karier lulusan menuju pasar kerja internasional.
Selain itu, Kemenkes berencana mengembangkan sistem Migrant Center yang lebih terintegrasi dan terpusat agar data lulusan serta kebutuhan tenaga kesehatan di luar negeri dapat dikelola dengan lebih baik.
"Kami hanya punya satu Migrant Center nanti yang akan berpusat di Jakarta. Tidak semua Poltekkes punya center, center sendiri; agar kita pusatkan dan kita tahu database-nya," ujar Yuli.
Sistem tersebut nantinya akan dikoneksikan dengan data Kementerian P2MI untuk memetakan kebutuhan tenaga kesehatan di masing-masing negara sekaligus menyelaraskan target penyiapan tenaga kerja.
- Penulis :
- Aditya Yohan




