HOME  ⁄  Nasional

PIRA Ajak Perempuan Tak Takut Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PIRA Ajak Perempuan Tak Takut Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara
Foto: (Sumber :Ketua Umum PP Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Novita Wijayanti. ANTARA/HO-PIRA.)

Pantau - Ketua Umum PP Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Novita Wijayanti mengajak perempuan tidak takut melakukan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara agar risiko maupun indikasi penyakit dapat diketahui lebih awal.

Novita mengatakan pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan karena perempuan memiliki peran dalam kehidupan keluarga dan pendidikan anak.

"Kita tahu bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Kanker serviks, misalnya, dapat dicegah dan ditangani secara efektif apabila terdeteksi sejak dini melalui pemeriksaan rutin seperti Pap Smear," kata Novita dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (3/10/2026).

Menurut data yang disampaikan Novita, sekitar 36.000 perempuan Indonesia didiagnosis kanker serviks dan sekitar 21.000 di antaranya meninggal dunia.

Ia juga menyebut data Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 65.000 hingga 68.000 kasus baru kanker payudara setiap tahun di Indonesia dengan 70 persen pasien datang ke fasilitas kesehatan setelah berada pada stadium lanjut.

PIRA Gelar Pemeriksaan Pap Smear Gratis

PIRA menggelar Sosialisasi Pencegahan Kanker dan Pemeriksaan Pap Smear gratis dengan tema "Perempuan Sehat, Keluarga Kuat, Indonesia Hebat".

Kegiatan organisasi perempuan Partai Gerindra tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-18 PIRA.

"Delapan belas tahun perjalanan PIRA adalah bukti nyata dari komitmen yang konsisten dan berkelanjutan dalam memperjuangkan hak, kesejahteraan, serta kualitas hidup perempuan Indonesia," katanya.

Novita mengatakan momentum tersebut juga digunakan untuk memperkuat komitmen pemberdayaan perempuan dalam bidang kesehatan.

Kesadaran Pemeriksaan Kesehatan Didorong Berkelanjutan

Novita mengatakan kesehatan perempuan memiliki keterkaitan dengan kemampuan keluarga menjalankan berbagai peran dan tanggung jawab.

"Jangan pernah ragu atau menunda untuk menyayangi diri sendiri. Menjaga kesehatan merupakan bentuk tanggung jawab dan kasih sayang terbesar kita kepada suami, anak-anak, dan keluarga,” kata dia.

Ia berharap kegiatan pemeriksaan tidak berhenti pada pelayanan kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran perempuan untuk melakukan pemeriksaan secara berkelanjutan.

"Semoga semangat menjaga kesehatan ini tidak berhenti di ruangan ini saja, melainkan ditularkan kepada keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar kita," katanya.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026